{"id":5993,"date":"2016-02-02T10:18:43","date_gmt":"2016-02-02T03:18:43","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesiaheritage-cities.org\/?p=5993"},"modified":"2016-02-02T10:18:43","modified_gmt":"2016-02-02T03:18:43","slug":"ternate-tourism-expo-tampilkan-pesona-timur-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/ternate-tourism-expo-tampilkan-pesona-timur-indonesia\/","title":{"rendered":"\u201cTernate Tourism Expo\u201d Tampilkan Pesona Timur Indonesia"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Kota Ternate, di Provinsi Maluku Utara disebut sebagai titik terbaik dari 10 destinasi untuk menyaksikan fenomena alam Gerhana Matahari Total (GMT) pada 9 Maret mendatang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kesempatan itu tidak akan terlewatkan begitu saja untuk mempromosikan Ternate di mata wisatawan mancanegara maupun domestik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPemerintah Kota Ternate sangat siap menyambut GMT,\u201d kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Ternate, Anas Konoras Minggu (31\/1\/2016).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Anas, sejumlah rangkaian kegiatan sudah disiapkan selama ribuan wisatawan berada di Ternate. Kegiatan ini terintegrasi dengan Pemerintah Provinsi Maluku Utara, Kedaton Kesultanan Ternate dan Pemkot Ternate.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seluruh rangkaian kegiatan, lanjut Anas, akan dikemas dalam satu rangkaian acara. Mulai dari <em>welcome ceremony, eclipse festival, dinner<\/em>, seni budaya pada acara pesta rakyat Legu Gam, serta kegiatan bertajuk Ternate Tourism Expo.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cUntuk Ternate Tourism Expo kita kerja sama IO dari Jakarta. Fokusnya pada kegiatan <em>indoor<\/em> dan <em>outdoor<\/em>. Di situ ada kegiatan panggung, eksebisi, pameran produk unggulan <em>handycraft<\/em> serta atraksi,\u201d kata Anas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ternate Tourism Expo akan melibatkan beberapa daerah di kawasan Timur Indonesia. \u201cSekitar 40 stand yang akan dibangun,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seluruh rangkaian kegiatan itu akan di skenariokan pada beberapa titik sesuai konsentrasi wisatawan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cMenurut pihak Kementerian Pariwisata, akan disiapkan kapal Pelni yang <em>stay<\/em> di 3 destinasi yaitu Bangka Belitung, Palu dan Ternate. Selain itu ada sekitar 21 kapal layar yang akan ke Ternate,\u201d ujar Anas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk jumlah wisatawan yang sudah memesan kamar hotel dan penginapan sudah mencapai di atas 1.500 orang. Mereka berada di Ternate diperkirakan selama 4 hari mulai 7-10 Maret 2016.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cUntuk jumlah wisatawan mancanegara sekitar 4 ribu, sedangkan wisatawan domestik 5-6 ribu orang. Jika nanti semua <em>fully booked<\/em> untuk hotel dan penginapan kita akan siapkan <em>homestay<\/em>,\u201d kata Anas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara titik pengamatan GMT di beberapa lokasi yaitu lapangan Gelora Kieraha, depan Keraton Kesultanan Ternate, sepanjang area Pantai Falajawa, Benteng Kalamata dan Toloko serta di Kecamatan Moti.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>travel.kompas.com\/Image <span class=\"_r3\"><span class=\"irc_ho\" dir=\"ltr\">lostpacker.com<\/span><\/span><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kota Ternate, di Provinsi Maluku Utara disebut sebagai titik terbaik dari 10 destinasi untuk menyaksikan fenomena alam Gerhana Matahari Total (GMT) pada 9 Maret mendatang. Kesempatan itu tidak akan terlewatkan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":5994,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[76,96,101],"tags":[],"class_list":["post-5993","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","category-featured","category-kota-ternate"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5993","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5993"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5993\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5993"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5993"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5993"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}