{"id":6072,"date":"2016-03-14T11:12:12","date_gmt":"2016-03-14T04:12:12","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesiaheritage-cities.org\/?p=6072"},"modified":"2016-03-14T11:12:12","modified_gmt":"2016-03-14T04:12:12","slug":"pemkot-ternate-berencana-kembangkan-pariwisata","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/pemkot-ternate-berencana-kembangkan-pariwisata\/","title":{"rendered":"Pemkot Ternate Berencana Kembangkan Pariwisata"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Momentum gerhana matahari yang membuat ribuan wisatawan, termasuk wisatawan asing, berkunjung dinilai sukses menjadi ajang promosi wisata.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kesan positif dari wisatawan atas potensi wisata di daerah menjadi modal pemerintah mengembangkan industri pariwisata di daerah itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di Kota Ternate, Maluku Utara, misalnya, momentum gerhana matahari pada Rabu (9\/3\/2016) dihadiri 4.000 wisatawan, termasuk 1.157 wisatawan asing.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sejumlah wisatawan asing yang ditemui sebelum meninggalkan Ternate melalui Bandar Udara Sultan Babullah, Kamis (10\/3\/2016), mengagumi obyek wisata di Ternate yang meliputi pantai, peninggalan sejarah, warisan budaya, dan jejak aktivitas vulkanik Gunung Gamalama. Mereka menyatakan ingin kembali lagi ke Ternate.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pieter Skip (52), wisatawan asal Belanda, mengatakan, Ternate merupakan tempat wisata yang lengkap. Hal itu ia temukan setelah mengelilingi Pulau Ternate melalui Jalan Lingkar Ternate sejauh lebih kurang 42 kilometer.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain melihat pesisir pantai, ia juga kagum dengan jejak letusan Gunung Gamalama, seperti Danau Tolire dan Batu Angus. Di tengah Kota Ternate banyak benteng peninggalan kolonial dan Kadaton Sultan Ternate.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201dTernate adalah pulau kecil, tetapi isinya besar. Saya merasa bangga pernah mendatangi pulau ini. Saya ingin kembali lagi,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia datang ke Ternate untuk menyaksikan gerhana matahari total (GMT). Ini kedatangannya pertama kali ke Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Wisatawan asal Inggris, James (29), mempunyai kesan serupa. Ia memberi masukan kepada pemerintah agar menyediakan peta jalan menuju tempat wisata di Ternate.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201dTidak perlu menyiapkan orang untuk pemandu jalan. Cukup siapkan peta,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Terante Anas Konoras mengatakan, momentum GMT memberi manfaat sangat besar bagi sektor pariwisata Ternate di masa mendatang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tahun ini pemerintah akan membangun pusat selam dasar di Pantai Sulamadaha serta membangun sarana penunjang di Batu Angus dan Sulamadaha. Anggaran untuk tiga tempat itu masing-masing Rp 1 miliar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>travel.kompas.com<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Momentum gerhana matahari yang membuat ribuan wisatawan, termasuk wisatawan asing, berkunjung dinilai sukses menjadi ajang promosi wisata. Kesan positif dari wisatawan atas potensi wisata di daerah menjadi modal pemerintah mengembangkan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":6073,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[76,96,101],"tags":[],"class_list":["post-6072","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","category-featured","category-kota-ternate"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6072","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6072"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6072\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6072"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6072"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6072"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}