{"id":6085,"date":"2016-03-23T12:16:40","date_gmt":"2016-03-23T05:16:40","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesiaheritage-cities.org\/?p=6085"},"modified":"2016-03-23T12:16:40","modified_gmt":"2016-03-23T05:16:40","slug":"jogja-fashion-week-2016-menampilkan-keragaman-batik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/jogja-fashion-week-2016-menampilkan-keragaman-batik\/","title":{"rendered":"&#8220;Jogja Fashion Week 2016 &#8221; Menampilkan Keragaman Batik"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Pergelaran busana &#8220;Jogja Fashion Week&#8221; 2016 yang akan berlangsung di Jogja Expo Center 24-28 Agustus akan menampilkan keragaman motif batik dari berbagai daerah di Indonesia yang dipadukan dengan busana kontemporer.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Jogja Fashion Week pertama hingga kesepuluh kami mengangkat tema busana etnik, kali ini kami akan hadirkan keragaman motif batik untuk mendorong batik lebih mendunia,&#8221; kata Ketua pelaksana Jogja Fashion Week 2016, Afif Syakur di Yogyakarta, Selasa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Oleh sebab itu, menurut dia, tema besar yang diusung dalam perhelatan Jogja Fashion Week tahun ini adalah &#8220;The Heritage&#8221;. Tema itu menggambarkan posisi batik sebagai warisan budaya Indonesia dengan nilai sejarah dan filosofi yang sangat tinggi pantas untuk selalu disertakan dalam setiap ide kreatif para desainer nasional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, menurut Afif, pergelaran Jogja Fashion Week 2016 yang ditargetkan diikuti 100 desainer nasional dengan 1.500 karya busana itu nantinya juga sekaligus mempromosikan Kota Yogyakarta sebagai <i>trendsetter <\/i>batik dunia. Dengan demikian setiap inovasi batik selalu mengacu sejarah batik di Yogyakarta.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Selain telah dikukuhkan sebagai Kota Batik Dunia oleh &#8220;World Craft Council&#8221; pada 2014, akar rumput batik sendiri memang pusatnya di Yogyakarta,&#8221; kata Afif yang juga desainer batik itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia berharap melalui acara tersebut akan mendorong para desainer nasional memunculkan motif batik-batik baru yang mampu dipadukan dengan fashion kontemporer. &#8220;Setiap desain busana yang diperagakan wajib mengandung unsur batik,&#8221; kata dia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Adapun rangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM bersama Dinas Pariwisata DIY itu mencakup peragaan busana (<i>fashion show<\/i>), pameran busana, cap batik, video sejarah, foto batik dan buku batik, karnaval topeng indonesia, kompetisi desain busana, <i>fashion art, <\/i>seminar dan penganugerahan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, Kepala Seksi Promosi Dinas Pariwisata DIY Putu Kertiasa berharap acara &#8220;Jogja Fashion Week&#8221; ke-11 melalui karnaval topengnya dapat menyumbang peningkatan kunjungan wisata hingga 15 persen dari total kunjungan 2015 yang telah mencapai 3.400.000 orang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>antaranews.com\/Image\u00a0<span class=\"_r3\"><span class=\"irc_ho\" dir=\"ltr\">beritadaerah.co.id<\/span><\/span><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pergelaran busana &#8220;Jogja Fashion Week&#8221; 2016 yang akan berlangsung di Jogja Expo Center 24-28 Agustus akan menampilkan keragaman motif batik dari berbagai daerah di Indonesia yang dipadukan dengan busana kontemporer.&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":6086,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[76,96,87],"tags":[],"class_list":["post-6085","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","category-featured","category-kota-yogyakarta"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6085","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6085"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6085\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6085"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6085"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6085"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}