{"id":6306,"date":"2016-05-27T13:34:29","date_gmt":"2016-05-27T06:34:29","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesiaheritage-cities.org\/?p=6306"},"modified":"2016-05-27T13:34:29","modified_gmt":"2016-05-27T06:34:29","slug":"wonderful-indonesia-akhirnya-pameran-di-laos","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wonderful-indonesia-akhirnya-pameran-di-laos\/","title":{"rendered":"Wonderful Indonesia Akhirnya Pameran di Laos"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Pameran Wonderful Indonesia di\u00a0<span class=\"st\">Vientiane, <\/span>Laos, resmi dibuka <\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"color: #000000;\">pada Jumat (27\/5\/2016). <\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"> setelah tarian cenderawasih dipentaskan dan diiringi pemukulan gong. <\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Sebanyak 40 gerai perwakilan produk Indonesia, baik jasa maupun barang, berdiri semipermanen di dalam dan luar Vientiane Center, sebuah mal besar di pusat kota, tak jauh dari terminal bus.<\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Pameran tersebut merupakan yang pertama bagi perwakilan Indonesia di Laos. Sebelumnya pada tahun 1950-an, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Laos dirangkap dengan perwakilan kedutaan Bangkok, Thailand. Namun akhirnya KBRI Vientiane berdiri sendiri pada tahun 1970-an.<\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">&#8220;Indonesia sudah bekerja sama sejak tahun 1950-an dengan Laos. Ini menjadi momen untuk meningkatkan ekonomi sekaligus juga memperkenalkan kebudayaan Indonesia kepada Laos,&#8221; ujar Duta Besar RI <\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"color: #000000;\">untuk Laos, Irmawan Wisnandar pada pembukaan pameran Wonderful Indonesia di Vientiane, Jumat (27\/5\/2015).<\/span><\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"color: #000000;\">Ia menyebutkan peran ekspor Indonesia yang antara lain berupa suku cadang mobil-motor, obat-obatan, dan persenjataan. <\/span>Adapun Laos mengespor hasil pertanian ke Indonesia. <\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Negeri dengan jumlah penduduk sekitar 7 juta jiwa ini diharapkan meningkat pula, baik secara kekerabatan maupun perekonomian dengan Indonesia.<\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">&#8220;Ini pameran pertama di Laos, dan diharapkan bisa memperkuat perekonomian masing-masing. Pendapatan per kapita kami<\/span> <span style=\"color: #000000;\">12 juta dollar AS, kecil tetapi merupakan <em>start<\/em> yang bagus,&#8221; ujar Wakil Menteri Perindustrian dan Perdagangan Laos Somchit Inthamith.<\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Satu kendala akses antara Indonesia dan Laos adalah ketiadaan penerbangan langsung bagi kedua negara. Selain itu masyarakat kedua negara umumnya tidak familiar antara satu dengan yang lainnya. Apalagi jika dibandingkan dengan negara tetangganya, Thailand dan Vietnam, yang pun serumpun secara bahasa.<\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">&#8220;Makanya kami imbau kepada peserta pameran bahwa yang penting adalah pengenalan,&#8221; ujar <\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"color: #000000;\">Irmawan.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"color: #000000;\">Meski demikian, soal akses penerbangan, beberapa maskapai internasional, seperti Silk Air juga akan membuka rute hub ke Bangkok yang bisa dimanfaatkan untuk melanjutkan penerbangan ke Indonesia. <\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"color: #000000;\">Hal serupa pun dimanfaatkan Garuda Indonesia yang turut dalam pameran Wonderful Indonesia di Laos.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"color: #000000;\">&#8220;Ini jadi semacam paket, jadi dari Vientiane bisa terbang dengan Bangkok Airways, lalu menggunakan Garuda menuju Jakarta,&#8221; ujar Somchai Attasivanon, perwakilan Garuda Indonesia di Laos.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"color: #000000;\">Ia mengungkapkan harga promo untuk paket tersebut adalah sebesar 620 dollar AS. <\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>travel.kompas.com\/Image\u00a0<span class=\"_r3\"><span class=\"irc_ho\" dir=\"ltr\">afastar.wordpress.com<\/span><\/span><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pameran Wonderful Indonesia di\u00a0Vientiane, Laos, resmi dibuka pada Jumat (27\/5\/2016). setelah tarian cenderawasih dipentaskan dan diiringi pemukulan gong. Sebanyak 40 gerai perwakilan produk Indonesia, baik jasa maupun barang, berdiri semipermanen&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":6307,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[76,96],"tags":[],"class_list":["post-6306","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","category-featured"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6306","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6306"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6306\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6306"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6306"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6306"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}