{"id":6336,"date":"2016-06-06T14:46:16","date_gmt":"2016-06-06T07:46:16","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesiaheritage-cities.org\/?p=6336"},"modified":"2016-06-06T14:46:16","modified_gmt":"2016-06-06T07:46:16","slug":"dispar-diy-dorong-inovasi-wisata-ramadhan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/dispar-diy-dorong-inovasi-wisata-ramadhan\/","title":{"rendered":"Dispar DIY Dorong Inovasi Wisata Ramadhan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta mendorong pengelola obyek wisata meningkatkan inovasi kegiatan wisata khas Ramadhan guna menunjang kunjungan wisata selama bulan puasa hingga Lebaran 2016.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Meski kami yakin penurunan tidak signifikan, namun untuk tetap mempertahankan kestabilan kunjungan wisatawan, &#8216;event&#8217; wisata yang menarik perlu ditingkatkan,&#8221; kata Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dinas Pariwisata (Dispar) DIY, Arya Nugrahadi di Yogyakarta, Minggu (5\/6\/2016).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut dia, penurunan pengunjung biasanya hanya terjadi sesaat yakni pada minggu pertama bulan Ramadhan. Sedangkan minggu kedua hingga Idul Fitri kunjungan diperkirakan kembali meningkat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Biasanya kalau Ramadhan masyarakat lebih memilih berdiam di rumah atau lebih memilih kegiatan keagamaan,&#8221; kata dia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Arya, wisata kuliner di Yogyakarta akan menjadi kunjungan favorit selama Ramadhan. Aneka ragam kuliner di kota gudeg itu bahkan menjadi andalan tersendiri memasuki momentum bulan puasa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Oleh sebab itu, kami berharap potensi wisata kuliner dapat dimanfaatkan sebagai salah satu daya tarik,&#8221; kata dia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun demikian Arya juga meminta agar selama bulan Ramadhan, pengelola obyek wisata khususnya sektor kuliner juga menghormati masyarakat yang menjalankan ibadah puasa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Istijab M Danunagoro memprediksikan penurunan okupansi atau tingkat keterisian kamar hotel hingga 40 persen selama bulan puasa, dibanding hari biasa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meski demikian, Istijab berharap agar penurunan okupansi kamar hotel tidak terlalu signifikan saat memasuki bulan Ramadhan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Istijab mengimbau pengelola industri perhotelan tetap meningkatkan pelayanan selama bulan Ramadhan dengan menyediakan fasilitas jamuan makanan Ramadhan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Seperti bulan Ramadhan sebelumnya, kami selalu menyediakan paket Ramadhan seperti takjil, buka puasa sampai sahur,&#8221; kata Istijab.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>travel.kompas.com\/Image antara.com<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta mendorong pengelola obyek wisata meningkatkan inovasi kegiatan wisata khas Ramadhan guna menunjang kunjungan wisata selama bulan puasa hingga Lebaran 2016. &#8220;Meski kami yakin penurunan tidak&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":6338,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[76,96,87],"tags":[],"class_list":["post-6336","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","category-featured","category-kota-yogyakarta"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6336","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6336"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6336\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6336"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6336"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6336"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}