{"id":6798,"date":"2016-10-18T11:24:53","date_gmt":"2016-10-18T04:24:53","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesiaheritage-cities.org\/?p=6798"},"modified":"2016-10-18T11:24:53","modified_gmt":"2016-10-18T04:24:53","slug":"festival-kota-tua-keraton-kesultanan-buton-di-meriahkan-karnaval-budaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/festival-kota-tua-keraton-kesultanan-buton-di-meriahkan-karnaval-budaya\/","title":{"rendered":"Festival Kota Tua Keraton Kesultanan Buton di Meriahkan Karnaval Budaya"},"content":{"rendered":"<div class=\"kcm-read-text\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>BAUBAU<\/strong> \u2013 Dalam memeriahkan Festival Kota Tua Keraton Kesultanan Buton, Pemerintah Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, menampilkan karnaval budaya, Minggu (16\/10\/2016). Karnaval ini diikuti ribuan peserta dari sekolah maupun instansi pemerintah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKarnaval ini bagus sekali, banyak model <em>fashion<\/em> yang digunakan dan indah-indah semua. Ada juga tarian mangaru tarian khas dari daerah buton sendiri,\u201d kata seorang warga, Yeni.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Beberapa peserta ada yang menampilkan <em>fashion<\/em> yang terbuat bahan daur ulang dan ada juga peserta yang menampilkan <em>fashion<\/em> paduan kain khas Buton sendiri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karnaval budaya tidak saja hanya menampilkan budaya Buton sendiri, dalam karnaval ini juga menampilkan budaya daerah lain seperti budaya Bugis Makassar, Jawa dan juga Bali.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cTadi ada penampilan budaya dari Bali dan dari Makassar. Bagus juga acara karnaval budaya ini, kita jadi tahu budaya dari daerah lain juga,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Festival Kota Tua Keraton Kesultanan Buton diselenggarakan guna memperingati Hari Jadi ke-475 Kota Baubau dan HUT ke-15 Kota Baubau sebagai Daerah Otonom tahun 2016. Kegiatan yang dilakukan seperti ritual adat tentang Batu Poaro sebagai situs sejarah dalam Keraton Buton.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKita melestarikan tradisi, dalam festival ini kita promosi menjual potensi kita, banyak terdapat kegiatan budaya baik untuk karnaval budaya dan juga terdapat beberapa ritual adat,\u201d kata Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kota Baubau, Ali Arham.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Festival Kota Tua Keraton Kesultanan Buton dilaksanakan selama seminggu, 10-17 Oktober 2016.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ali mengharapkan dalam festival tersebut dapat menarik wisatawan berkunjung ke Kota Baubau, baik wisatawan dalam negeri maupun wisatawan mancanegara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>travel.kompas.com<\/em><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BAUBAU \u2013 Dalam memeriahkan Festival Kota Tua Keraton Kesultanan Buton, Pemerintah Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, menampilkan karnaval budaya, Minggu (16\/10\/2016). Karnaval ini diikuti ribuan peserta dari sekolah maupun instansi pemerintah.&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":6799,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[76,96,95],"tags":[],"class_list":["post-6798","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","category-featured","category-kota-bau-bau"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6798","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6798"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6798\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6798"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6798"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6798"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}