{"id":6803,"date":"2016-10-20T09:41:00","date_gmt":"2016-10-20T02:41:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesiaheritage-cities.org\/?p=6803"},"modified":"2016-10-20T09:41:00","modified_gmt":"2016-10-20T02:41:00","slug":"menko-pmk-buka-pekan-produk-budaya-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/menko-pmk-buka-pekan-produk-budaya-indonesia\/","title":{"rendered":"Menko PMK Buka Pekan Produk Budaya Indonesia"},"content":{"rendered":"<div style=\"text-align: justify;\">Jakarta &#8211; Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani membuka acara Pekan Produk Budaya Indonesia (PPBI) dan Nusantara Forum &amp; Expo di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Rabu.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kegiatan ini mampu memberikan pemahaman kekayaan budaya Indonesia yang membanggakan dan perlu dilestarikan,&#8221; kata Puan dalam acara pembukaan yang juga dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">PPBI dan Nusantara Forum &amp; Expo diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) dan Kementerian Dalam Negeri dengan melibatkan pemerintah daerah dan kelompok usaha.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Acara tersebut diselenggarakan di Pelataran Taman Keong Mas, TMII, pada 19 hingga 23 Oktober 2016 dengan tiga kegiatan utama, yaitu pameran gelar seni, konferensi, dan forum.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Sebanyak 220 peserta terlibat dalam kegiatan tersebut dan terdapat 125 pameran kesenian yang mempertontonkan produk-produk unggulan dan budaya kreatif.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Puan berpendapat kegiatan strategis semacam itu penting untuk mendorong pembangunan karakter sesuai amanat Trisakti sebagai visi pembangunan dan diharapkan mampu membangun potensi perekonomian rakyat.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Produk budaya saat ini sudah sangat beragam, dari kuliner sampai kesenian. Semua telah berkembang dan dituntut memiliki nilai ekonomis sehingga pada nantinya dapat bertahan menghadapi zaman,&#8221; kata dia.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Puan juga menyebutkan bahwa tantangan usaha rakyat berbasis budaya adalah permodalan, dan pemerintah seharusnya dapat lebih berperan dalam mengatasi tantangan tersebut.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Dia menjelaskan salah satu upaya pemerintah dalam mengatasi tantangan permodalan adalah pemberian kredit usaha rakyat yang telah mencapai lebih dari Rp120 triliun.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Tanggung jawab sosial perusahaan juga dapat diarahkan dan dimanfaatkan untuk pengemasan dan pemasaran produk-produk budaya,&#8221; ucap Puan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><em>antarasumbar.com<\/em><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta &#8211; Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani membuka acara Pekan Produk Budaya Indonesia (PPBI) dan Nusantara Forum &amp; Expo di Taman Mini Indonesia Indah (TMII),&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":6808,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[76,96],"tags":[],"class_list":["post-6803","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","category-featured"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6803","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6803"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6803\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6803"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6803"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6803"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}