{"id":6942,"date":"2016-11-24T11:01:53","date_gmt":"2016-11-24T04:01:53","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesiaheritage-cities.org\/?p=6942"},"modified":"2016-11-24T11:01:53","modified_gmt":"2016-11-24T04:01:53","slug":"denpasar-festival-2016-kembali-digelar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/denpasar-festival-2016-kembali-digelar\/","title":{"rendered":"Denpasar Festival 2016 Kembali Digelar"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Denpasar Festival bakal digelar kembali untuk kesembilan kalinya. Denpasar Festival 2016 ini akan menjadi salah satu agenda penutup tahun yang diselenggarakan di Kota Denpasar, Bali, 28-31 Desember 2016.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Dadang Rizki Ratman bersama Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra meluncurkan Denpasar Festival 2016 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, kantor Kementerian Pariwisata, Selasa malam, 22 November 2016.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Wali Kota Denpasar Bali I.B. Dharmawijaya Mantra mengatakan\u00a0penyelenggaraan Denpasar Festival berawal dari keinginan untuk mengingat kembali masa lalu suasana Jalan Gajahmada sebagai pusat ajang kreativitas warga Denpasar.\u00a0Dharmawijaya menyatakan semangat dan gairah kreativitas masyarakat Kota Denpasar menginspirasi Pemerintah Kota untuk membuat dan mengagendakan Gajah Mada Town Festival menjadi kegiatan kalender tahunan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Sebagai aktualisasi terhadap dinamisasi peran serta masyarakat, pada pelaksanaan tahun kedua, Gajah Mada Town Festival berubah menjadi Denpasar Festival,\u201d katanya dalam keterangan tertulis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Denpasar Festival 2016 yang bertema &#8220;Padmaksara&#8221; bakal diisi dengan beragam pementasan dan <em>art installation<\/em> \u201cEbullience\u201d sebagai bentuk sukacita dalam melepas akhir tahun dan menyambut tahun berikutnya di Alun-alun\/lapangan Puputan Badung sebagai pusat seluruh kegiatan festival.\u00a0Kegiatan ini diharapkan mampu mempromosikan pariwisata Denpasar serta meningkatkan kunjungan wisatawan ke Bali. Selain agenda tersebut, Bali gencar menggelar <em>event<\/em> menarik lainnya saat menjelang akhir tahun dan menyambut tahun baru, seperti Festival Panglipuran dan Festival Pandawa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Great Bali sebagai \u201cjendela pariwisata Indonesia\u201d memberikan kontribusi\u00a0sebesar 40 persen dari total kunjungan wisatawan mancanegara. Dari 10,4 juta wisatawan ke Indonesia pada 2015, ada 4 juta yang masuk lewat Bali. Tahun ini, targetnya ditingkatkan menjadi 4,4-4,8 juta kunjungan dari total target pariwisata nasional sebesar 12 juta kunjungan wisatawan mancanegara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan data Kementerian Pariwisata, secara kumulatif, total kunjungan wisatawan mancanegara Januari-September 2016 mencapai 8,36 juta. Angka ini meningkat 8,51 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 7,7 juta. \u201cPertumbuhan wisman yang tinggi ini harus ditingkatkan dengan menggelar <em>event-event <\/em>menarik yang bersumber dari daya tarik seni-budaya, alam, maupun <em>manmade<\/em>,\u201d kata Dadang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>travel.tempo.co\/Image bali.tribunnews.com<br \/>\n<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Denpasar Festival bakal digelar kembali untuk kesembilan kalinya. Denpasar Festival 2016 ini akan menjadi salah satu agenda penutup tahun yang diselenggarakan di Kota Denpasar, Bali, 28-31 Desember 2016. Deputi Bidang&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":6943,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[76,96,91],"tags":[],"class_list":["post-6942","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","category-featured","category-kota-denpasar"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6942","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6942"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6942\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6942"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6942"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6942"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}