{"id":7366,"date":"2017-03-22T10:45:20","date_gmt":"2017-03-22T03:45:20","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesiaheritage-cities.org\/?p=7366"},"modified":"2017-03-22T10:45:20","modified_gmt":"2017-03-22T03:45:20","slug":"hut-ke-161-kabupaten-cilacap-sederhana-namun-tetap-semarak-dan-meriah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/hut-ke-161-kabupaten-cilacap-sederhana-namun-tetap-semarak-dan-meriah\/","title":{"rendered":"HUT ke-161 Kabupaten Cilacap, Sederhana Namun Tetap Semarak dan Meriah"},"content":{"rendered":"<p>Cilacap : Puncak prosesi Hari Ulang Tahun (HUT) ke-161 Kabupaten Cilacap diselenggarakan hari Selasa (21\/3\/2017).<\/p>\n<p>Rangkaian prosesi diawali upacara HUT di halaman pendopo Wijayakusuma, dilanjutkan rapat paripurna istimewa DPRD Cilacap.<\/p>\n<p>Puncaknya, prosesi HUT ditandai dengan kirab dan serah terima lambang daerah \u201cJalabhumi Wijayakusuma Cakti\u201d dari DPRD kepada Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji.<\/p>\n<p>Kirab dan serah terima lambang daerah didahului tarian prosesi oleh 19 penari dipimpin oleh Bambang Joss, dari sanggar tari tradisional Cilacap.<\/p>\n<p>Selanjutnya, rombongan DPRD Cilacap dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD, Mujiono berjalan pelan menuju panggung kehormatan, didampingi seorang prajurit pembawa bendera lambang daerah Cilacap.<\/p>\n<p>Pada sebuah panggung kecil di depan panggung kehormatan, dilakukan serah terima bendera lambang daerah oleh Mujiono kepada Bupati, Tatto.<\/p>\n<p>Serah terima ini menjadi simbol penyerahan kepercayaan dan mandat rakyat, oleh wakil rakyat kepada Bupati sebagai pemegang mandat rakyat.<\/p>\n<p>Tatto selanjutnya membawa bendera dengan warna dasar biru tersebut ke atas panggung kehormatan dan menancapkannya di sisi timur panggung.<\/p>\n<p>Ketua Umum Panitia HUT ke-161 Kabupaten Cilacap 2017, Ahmad Arifin menuturkan prosesi HUT\u00a0 tahun ini diselenggarakan secara sederhana, namun tetap semarak dan meriah.<\/p>\n<p>\u201cKami perlu sampaikan bahwa berbagai lomba, olahraga, kesenian dan hiburan diselenggarakan oleh masyarakat secara swadaya se-Kabupaten Cilacap. Hal ini menunjukkan kecintaan dan rasa memiliki masyarakat terhadap kabupaten ini, sehingga menjadi modal penting dalam membangun Cilacap\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Bupati, Tatto Suwarto Pamuji dalam sambutannya mengapresiasi kecintaan masyarakat terhadap Kabuapaten Cilacap, antara lain ditunjukkan dengan menghadiri prosesi sampai acara selesai.<\/p>\n<p>Dalam kesempatan itu juga dilakukan pembagian 2 buah gunungan berisi hasiln umi kepada masyarakat pengunjung serta tarian kolosal melibatkan 230 ana-anak SMA dan SMK se-eks Kotip Cilacap.<\/p>\n<p>Selain pejabat Fourm Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), acara juga dihadiri para kepala SKPD, sejumlah kepala daerah maupun perwakilan dari kabupaten tetangga seperti Banyumas,\u00a0 Kebumen,\u00a0 Kuningan, Cirebon,\u00a0 Ciamis, Banjar, dan Majalengka.<\/p>\n<p><em>rri.co.id<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cilacap : Puncak prosesi Hari Ulang Tahun (HUT) ke-161 Kabupaten Cilacap diselenggarakan hari Selasa (21\/3\/2017). Rangkaian prosesi diawali upacara HUT di halaman pendopo Wijayakusuma, dilanjutkan rapat paripurna istimewa DPRD Cilacap.&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":7367,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[76,96,112],"tags":[],"class_list":["post-7366","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","category-featured","category-kabupaten-cilacap"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7366","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7366"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7366\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7366"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7366"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7366"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}