{"id":7448,"date":"2017-04-20T10:25:03","date_gmt":"2017-04-20T03:25:03","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesiaheritage-cities.org\/?p=7448"},"modified":"2017-04-20T10:25:03","modified_gmt":"2017-04-20T03:25:03","slug":"rakernas-jkpi-ke-vi-hasilkan-kesepakatan-strategis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/rakernas-jkpi-ke-vi-hasilkan-kesepakatan-strategis\/","title":{"rendered":"Rakernas JKPI ke-VI Hasilkan Kesepakatan Strategis"},"content":{"rendered":"<p>Gianyar Bali \u2013 Rakernas JKPI VI yang diselenggarakan di Kabupaten Gianyar, Bali, dengan tema <strong>\u201cPusaka Budaya, Alam dan Saujana untuk Peradaban\u201d <\/strong>di warnai dengan \u00a0serah terima Jabatan Ketua Presidium JKPI dari Bupati Gianyar, AA Gde Agung Bharata kepada Walikoa Baubau, Drs A.S. Tamrin, MH, di Balai Budaya Gianyar Bali.<\/p>\n<p>Rakernas JKPI VI ini diikuti 58 Kota \/ Kabupaten se-Indoensia yang menajdi anggota JKPI. Rakernas yang diselenggarakan dari tanggal 15-20 April 2017 di Kabupaten Gianyar.<\/p>\n<p>Rangkaian kegiatan penunjang pelaksanaan Rakernas JKPI VI ini terdiri atas seminar Internasional,\u00a0 Pameran Pusaka, Rapat Kerja Nasional JKPI VI, Pementasan Seni dan Pagelaran Budaya, Jelajah Kota Pusaka.<\/p>\n<p>Diungkapkan oleh Walikota Tegal, KMT. Hj. Siti Masitha Soeparno bahwa Kota Tegal juga mempunyai pusaka yang perlu dijaga kelestariannya.<\/p>\n<p>\u201c Di Kota Tegal ada beberapa bangunan bangunan kuno dan bersejarah yang perlu dilestarikan yang sudah masuk sebagai cagar budaya, bangunan tersebut tidak boleh dirubah dan dihilangkan bentuk aslinya misalnya \u00a0Lanal Kota Tegal, Gedung DPRD, Menara PDAM, Benteng pasar pagi dan sebagainya,\u201d ungkap Walikota.<\/p>\n<p>\u201cKota Tegal sudah ada perda tentang cagar budaya, sehingga dengan dasar perda tersebt kita bisa mengusulkan anggaran ke Pusat, juga mengusulkan ke anggaran APBD 2,\u201d ucap Walikota.<\/p>\n<p>\u201cKita juga akan menggelar pertemuan pertemuan rutin dan diharapkan juga dari Kementerian terkait menyediakan anggaran yang cukup untuk mempromosikan kota-kota pusaka anggota JKPI ini ke luar negeri,\u201d tambah Walikota.<\/p>\n<p>\u201cSeperti harapan dari seluruh peserta Rakernas disebutkan bahwa perhatian pemerintah pusat sangat di harapkan karena anggota JKPI ini kan sudah mulai besar juga potensinya dan sangat bagus, tinggal adanya koneksi dengan kedutaan besar Indonesia di luar negeri untuk bisa bekerjasama dengan JKPI,\u201d pungkas Walikota.<\/p>\n<p>Ditambahkan oleh Plt, Sekretaris Daerah Kota Tegal bahwa Pemerintah Kota Tegal harus menyediakan anggaran yang cukup untuk bisa memelihara bangunan bangunan cagar budaya yang ada di Kota Tegal.<\/p>\n<p>\u201cDengan sudah ditetapkannya beberapa bangunan yang ada di Kota Tegal sebagai bangunan cagar budaya, maka Pemerintah Kota Tegal mempunyai kewajiban untuk memelihara bangunan tersebut supaya tetap eksis dan tidak boleh meerubah bentuk aslinya,\u201dungkap Dyah.<\/p>\n<p>\u201cUntuk rakernas JKPI diharapkan anggota JKPI ini di promosikan melalui event ini seperti sudah disebutkan oleh Bupati Gianyar bahwa di Gianyar siap untuk menyiapkan etalase dari semua anggota JKPI, kita sebaga anggota JKPI tinggal menonjolkan pusaka maupun budaya apa nanti yang akan mempromosikan dari Kabupaten Gianyar.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gianyar Bali \u2013 Rakernas JKPI VI yang diselenggarakan di Kabupaten Gianyar, Bali, dengan tema \u201cPusaka Budaya, Alam dan Saujana untuk Peradaban\u201d di warnai dengan \u00a0serah terima Jabatan Ketua Presidium JKPI&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":7449,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[76,96,116],"tags":[],"class_list":["post-7448","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","category-featured","category-kabupaten-gianyar"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7448","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7448"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7448\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7448"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7448"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7448"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}