{"id":7939,"date":"2017-08-25T10:33:47","date_gmt":"2017-08-25T03:33:47","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesiaheritage-cities.org\/?p=7939"},"modified":"2017-08-25T10:33:47","modified_gmt":"2017-08-25T03:33:47","slug":"10-000-penari-meriahkan-puncak-festival-tahunan-budaya-tua-buton","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/10-000-penari-meriahkan-puncak-festival-tahunan-budaya-tua-buton\/","title":{"rendered":"10.000 Penari Meriahkan Puncak Festival Tahunan Budaya Tua Buton"},"content":{"rendered":"<p>Baubau : Puncak Kemeriahan Peringatan Festival Budaya Tua Buton Sulawesi Tenggara ke-5 tahun 2017 bertema \u201cPeradaban Buton, Pesonakan Indonesia\u201d di meriahkan pagelaran tari kolosal tradisional masyarkat Kabupaten Buton sebanyak 10.000 penari.<\/p>\n<p>Tiga jenis tarian yang ditampilkan diantaranya Tari Waindorigi, Tari Popana serta Tari Kaleko yang di perankan oleh pelajar, \u00a0mulai dari tingkat SD hingga Tingkat SLTP di Kabupaten Buton.<\/p>\n<p>Penampilan tari kolosal khas masyarakat Buton tersebut menutup seluruh rangkaian kegiatan tradisional pada Festival tahunan yang terselenggara sejak 19 hingga 25 Agustus 2017 di Lapangan Takawa Buton Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Buton.<\/p>\n<p>Sekretaris Daerah Kabupaten Buton, Kasim mengatakan, bersyukur atas suksesnya seluruh rangkaian kegiatan Festival dan pihaknya akan mendorong kegiatan tahunan tersebut masuk ke kalendar Nasional sehingga dapat terjadwal tiap tahun.<\/p>\n<p>\u201cTadi ada usulan dari Deputi Kementerian Pariwisata agar kegiatan ini diperhalus namanya menjadi <em>Pesona Buton untuk Indonesia<\/em>,\u201d tutur Kasim, Kamis (24\/8\/2017).<\/p>\n<p>Kasim menjelaskan, usulan yang disampaikan kementrian itu, akan disampaiakan kepada kepala daerah dalam hal ini Bupati dan Wakil Bupati Buton.<\/p>\n<p>\u201cKementerian juga menyampaikan untuk bekerjasama dengan Pemda Buton sehingga dapat diberikan bantuan memadai terkhusus tatarias wajah bagi para gadis yang terlibat dalam setiap rangkaian kegiatan Festival,\u201d jelas Kasim.<\/p>\n<p>Kasim menambahkan, berbagai potensi pariwisata di kabupaten Buton terkhusus Budaya masyarakat \u00a0akan terus dikembangkan dan dilestarikan \u00a0sehingga dapat dikenal masyarakat lokal bahkan internasional.<\/p>\n<p>\u201cKegiatan semacam ini kalau terus dipoles akan lebih berkilau,\u201d singkatnya.<\/p>\n<p>Sebelumnya dihari yang sama, juga ditampilkan \u00a0Festival Tenun yang menampilkan 100 penenun tradisional Buton, Festival Pedole-dole (tradisi imunisasi) sebanyak 200 anak, Festival Tandaki (Tradisi Sunatan) sebanyak 200 anak, Festival Posuo (Pingitan) sejumlah 200 gadis remaja, serta Pekande-kandea (tradisi makan bersama kuliner khas Buton) sebanyak 2.000 dulang\/talang.<\/p>\n<p>Pantauan RRI, kemeriahan pesona tari kolosal jua disaksikan ribuan masyarakat pendatang bahkan beberapa diantaranya turis mancanegara.<\/p>\n<p><em>rri.com<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Baubau : Puncak Kemeriahan Peringatan Festival Budaya Tua Buton Sulawesi Tenggara ke-5 tahun 2017 bertema \u201cPeradaban Buton, Pesonakan Indonesia\u201d di meriahkan pagelaran tari kolosal tradisional masyarkat Kabupaten Buton sebanyak 10.000&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":7940,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[76,96,95],"tags":[],"class_list":["post-7939","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","category-featured","category-kota-bau-bau"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7939","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7939"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7939\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7939"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7939"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7939"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}