{"id":8221,"date":"2017-12-18T10:41:00","date_gmt":"2017-12-18T03:41:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesiaheritage-cities.org\/?p=8221"},"modified":"2017-12-18T10:41:00","modified_gmt":"2017-12-18T03:41:00","slug":"taman-nusa-globali-gelar-peringatan-seabad-pariwisata-bali","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/taman-nusa-globali-gelar-peringatan-seabad-pariwisata-bali\/","title":{"rendered":"Taman Nusa-GloBali Gelar Peringatan &#8220;Seabad Pariwisata Bali&#8221;"},"content":{"rendered":"<div>Gianyar Bali &#8211; Taman Nusa bersama GloBali Tourism Observatory menggelar peringatan Seabad Pariwisata Bali di Taman Nusa, Gianyar, Bali pada 15-17 Desember 2017.<\/div>\n<p>&#8220;Pariwisata Bali sudah dimulai sejak tahun 1917. Saat ini, Bali telah\u00a0 menjadi ikon pariwisata baik nasional maupun internasional, bahkan Bali menjadi ajang eksperimen tradisi perjalanan dunia, dari dulu hingga\u00a0 sekarang,&#8221; ujar General Manager Taman Nusa, Bali, I Nyoman Murjana, dalam keterangan pers yang diterima Antara di Gianyar, Minggu.<\/p>\n<div>Didampingi Taufik Rahzen dari GloBali Tourism Observatory\u00a0 saat pertemuan dengan para wartawan (15\/12), ia menjelaskanberbagai buku, kajian dan\u00a0 laporan diterbitkan untuk menandai respons Bali terhadap perubahan dunia pariwisata.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Daya tahan\u00a0 budaya dan masyarakat Bali terhadap\u00a0 bencana amat mengagumkan, dan\u00a0 selalu melahirkan kreativitas budaya tak terduga dan berjangka panjang.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>&#8220;Inilah era ketika tradisi sadar wisata berkembang menjadi wisata sadar, dan\u00a0 Bali kembali menjadi lokomotif\u00a0 pariwisata yang berkelanjutan,&#8221; ungkapnya.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Berdasarkan warisan budaya yang kaya ini, kata Taufik, GloBali Tourism Observatory menyelenggarakan\u00a0 seminar, pameran, lokakarya, karnaval untuk merefleksikan Seabad Pariwisata\u00a0 Bali.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>&#8220;Program ini merupakan kegiatan\u00a0 multievent bertepatan pula dengan\u00a0 momentum A Year on Sustainable Tourism 2017 selama tiga hari, 15-17 Desember 2017,&#8221; jelasnya.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>I Nyoman Murjana mengungkapkan sebuah kebanggaan dimana Taman Nusa dipilih menjadi tempat penyelenggarakan event\u00a0 yang diprakarsai Taufik Rahzen dan\u00a0 didukungan sepenuhnya dari Kementerian Pariwisata RI.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>&#8220;Kami\u00a0 bekerja sama dengan GloBali Tourism Observatory dan Pancer Langit Bali, sehingga kegiatan Seabad Pariwisata Bali ini bisa digelar, semoga kegiatan ini menjadi publikasi, bahwa Bali aman untuk dikunjungi oleh wisatawan,&#8221; ujarnya.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Selesai pembukaan, kegiatan Seabad Pariwisata Bali dilanjutkan dengan pertunjukan Bumi Samudra oleh Pancer\u00a0 Langit, &#8220;Orasi Desember Bali\u00a0 Bergetar dan Pariwisata\u00a0 Bali&#8221; oleh Taufik Rahzen.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Pameran Seratus Poster Seabad Perjalanan ke Bali juga kegiatan Toward Asian Games 2018 GANEFO\u00a0 1963.\u00a0 suatu ajang olahraga yang didirikan Presiden Sukarno pada akhir 1962. Juga diisi dengan kegiatan, Wastra\u00a0 Nusa\u00a0 2018 dan Pameran Digital Lukisan\u00a0 Koleksi Istana.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Pada, Sabtu, (16\/12) digelar kegiatan MICE on Cultural City Heritage Refleksi dan Outlook , dengan pembicara;\u00a0 Dr. Jean Couteau, budayawan dan pengamat seni asal Perancis, Anak Agung Gede Rai dari ARMA Museum, Asfarinal Direktur Eksekutif JKPI, Ida Bagus Lolec Surakusuma, Ketua INCCA (Indonesia Congres and Convention Association), Putu Suasta, Pengamat dan Nurdin\u00a0 Alfahmi, Redaktur Venue.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Selain itu juga ada Orasi GloBali Observatory oleh Yuswohady dengan tema &#8220;Datangnya Leisure Economy dan Masa Depan Pariwisata Indonesia.&#8221; Juga ada pertunjukan\u00a0 suara semesta dan dilanjutkan pagelaran wastra Nusa Desember.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Pagelaran\u00a0 \u00a0terakhir, Minggu (17\/12) digelar kegiatan Perjalanan Nusantara, kunjungan dari masyarakat desa-desa terdampak erupsi Gunung Agung. Kegiatan Wastra Nusa Desember di Jembatan Antar Masa dan Monumen\u00a0 Sapu Lidi. Karnaval GloBali, Peziarahan Nusantara 2017 oleh Pancer Langit dan Taman Nusa.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Selain\u00a0 itu, para pengunjung bisa menikmati objek wisata yang terdiri diatas tanah seluas 15 hektare melalui keberadaan rumah-rumah tradisional dari berbagai daerah, dari Papua hingga Aceh,<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Juga\u00a0 akan mendapatkan\u00a0 pengetahuan beraneka ragam tentang suku-suku di Indonesia, lewat rumah-rumah tradisional dan penjelasannya, serta lewat perbincangan dengan beberapa penghuni asli suku-suku di Indonesia.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>&#8220;Tempat ini sangat menarik untuk dijadikan model dari Kesatuan Dalam Keberagaman. Taman Nusa adalah contoh dari kenyataan sejarah, bahwa bangsa Indonesia yang beragam ini punya keutamaan dan kearifan para leluhur.&#8221;<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Di tempat ini, wisata budaya yang buka dari jam 9 pagi hingga 17 sore ini memperdengarkan: Island of Imagination, yaitu musik rakyat kampung budaya, pameran lukisan digital koleksi istana Kepresidenan (yang disebut Senandung Ibu Pertiwi).<\/div>\n<div><\/div>\n<div><em>ANTARA<\/em><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gianyar Bali &#8211; Taman Nusa bersama GloBali Tourism Observatory menggelar peringatan Seabad Pariwisata Bali di Taman Nusa, Gianyar, Bali pada 15-17 Desember 2017. &#8220;Pariwisata Bali sudah dimulai sejak tahun 1917.&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":8222,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[76,96,116],"tags":[],"class_list":["post-8221","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","category-featured","category-kabupaten-gianyar"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8221","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8221"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8221\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8221"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8221"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8221"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}