{"id":8842,"date":"2018-04-16T11:33:39","date_gmt":"2018-04-16T04:33:39","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesiaheritage-cities.org\/?p=8842"},"modified":"2018-04-16T11:33:39","modified_gmt":"2018-04-16T04:33:39","slug":"kota-singkawang-siapkan-10-ribu-lampion-ketupat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/kota-singkawang-siapkan-10-ribu-lampion-ketupat\/","title":{"rendered":"Kota Singkawang Siapkan 10 Ribu Lampion Ketupat"},"content":{"rendered":"<p>Pontianak\u00a0&#8211; Pemerintah Kota Singkawang sedang menyiapkan 10.000 ornamen lampion ketupat berukuran kecil, dimana pembuatannya melibatkan berbagai unsur masyarakat kota setempat untuk memeriahkan perayaan Ramadhan tahun ini.<\/p>\n<p>&#8220;Ornamen lampion ketupat-ketupat ini akan kita perbanyak pemasangannya di sekitar Masjid Raya dan Jl Merdeka (Taman Burung) Singkawang,&#8221; kata Wakil Ketua Singkawang Ramadhan Fair Agus Prayitno, Senin.<\/p>\n<p>Menurutnya, pemasangan lampion ketupat sudah dimulai pada hari ini tepatnya di Jl Budi Utomo (sekitar patung polisi).<\/p>\n<p>&#8220;Tujuannya kita promosikan (memberitahukan) ke masyarakat bahwa tidak lama lagi akan ada kegiatan Ramadhan,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Sementara bahan ketupat yang digunakan menggunakan kertas semacam plastik (scootlight), dimana sebelumnya sudah dilakukan uji coba jika bahan yang dipakai dipastikan bisa bertahan lama.<\/p>\n<p>Kemudian, apabila terkena sinar lampu maka ornamen lampion ketupat yang dibuat juga akan memancar khususnya pada malam hari.<\/p>\n<p>Disamping yang berukuran kecil, Pemerintah Kota Singkawang juga akan menyiapkan ornamen lampion ketupat raksasa (berukuran besar) sebanyak dua buah.<\/p>\n<p>&#8220;Yang satu nanti akan kita tempatkan di depan Masjid Raya Singkawang dan satunya lagi kita tempatkan di depan eks Hotel Mahkota,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Tapi, jika memang ada masyarakat Singkawang yang mau berpartisipasi dalam rangka memeriahkan Ramadhan Fair tentu sangat baik.<\/p>\n<p>&#8220;Kalau bisa bantu biaya sangat bagus, tapi kalau tidak pun boleh juga bantu tenaga, atau bisa juga memberikan pemikiran (ide) atau doa,&#8221; tuturnya.<\/p>\n<p>Mengingat rangkaian kegiatan Ramadhan Fair bukan hanya semata-mata menonjolkan ornamen lampion ketupat saja, tapi juga didalamnya terdapat syiar-syiar agama.<\/p>\n<p>&#8220;Hanya saja ujungnya akan kita kemas supaya kegiatan yang kita buat ini bisa menjadi kunjungan wisata. Oleh karena itulah kita sangat berharap peran serta masyarakat Singkawang,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Menurutnya, konsep untuk memeriahkan Ramadan Fair tidak hanya mesti ornamen ketupat saja, tapi juga ornamen dalam bentuk lain seperti bulan sabit raksasa.<\/p>\n<p>&#8220;Jika memang ada dari masyarakat yang menyiapkan ornamen bulan sabit bisa kita pasang di Taman Burung nanti,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p><em>antaranews.com\/Image\u00a0<span class=\"irc_ho\" dir=\"ltr\">harian.analisadaily.com<\/span><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pontianak\u00a0&#8211; Pemerintah Kota Singkawang sedang menyiapkan 10.000 ornamen lampion ketupat berukuran kecil, dimana pembuatannya melibatkan berbagai unsur masyarakat kota setempat untuk memeriahkan perayaan Ramadhan tahun ini. &#8220;Ornamen lampion ketupat-ketupat ini&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":8843,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[76,96,98],"tags":[],"class_list":["post-8842","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","category-featured","category-kota-singkawang"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8842","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8842"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8842\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8842"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8842"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8842"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}