{"id":9075,"date":"2018-05-16T10:24:04","date_gmt":"2018-05-16T03:24:04","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesiaheritage-cities.org\/?p=9075"},"modified":"2018-05-16T10:24:04","modified_gmt":"2018-05-16T03:24:04","slug":"peninggalan-leluhur-lewat-festival-silat-budaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/peninggalan-leluhur-lewat-festival-silat-budaya\/","title":{"rendered":"Peninggalan Leluhur Lewat Festival Silat Budaya"},"content":{"rendered":"<p><strong>KETUA<\/strong>\u00a0Pelaksana Yuyu Rahmat Mulyana mengatakan, Festival Silat Budaya sesuai dengan kehendak Gubernur Kalimantan Selatan, bahwa di Kalimantan Selatan seluruh masyarakatnya harus bergerak, termasuk di bidang oleh raga, serta harus ada keseimbangan perkembangan antara olahraga prestasi, olahraga rekreasi, dan olahraga pendidikan.<\/p>\n<p>\u201cSilat budaya ini masuk dalam ruang lingkup olahraga rekreasi, sehingga harus kita kembangkan, di samping olahraga prestasi. Alhamdulillah kita tahu bahwa olahraga peninggalan leluhur kita ini sudah sampai ke luar negeri, sehingga silat terus mendunia,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Sebanyak 250 Atlet Seni Beladiri Kuntau yang berasal dari berbagai kabupaten kota di Kalimantan<br \/>\nSelatan mengikuti ajang Festival Silat Budaya di Siring Sungai Martapura, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.<br \/>\nSelain memperebutkan Tropi Piala Gubernur Kalsel, festival silat ini bertujuan memperkenalkan peninggalan<br \/>\nbudaya leluhur kepada masyarakat, mengasah kemampuan para atlet, sekaligus mencari bibit atlet yang<br \/>\nakan mewakili Kalsel di ajang Olahraga Pencak Silat Nasional.<\/p>\n<p>Festival Silat Budaya ini, diikuti 60 kelompok, yang terdiri dari kategori beregu dan berpasangan, yang jumlahnya ada sekitar 250 orang, berasal dari seluruh kabupaten\/kota di Kalsel, dilaksanakan 14-15 Mei 2018.<\/p>\n<p>Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor mengungkapkan, dengan terselenggaranya festival ini, merupakan salah satu wujud kecintaan terhadap pembangunan maupun pembinaan sumber daya manusia di bidang olahraga, khususnya pencak silat, serta upaya pelestarian pencak silat sebagi bagia seni budaya Indonesia.<\/p>\n<p>\u201cPencak silat bukan sekedar seni bela diri atau olahraga, tetapi juga bagian dari seluruh seni budaya Indonesia. Kita sering melihat pencak silat menjadi pertunjukan berbagai even di berbagai daerah di Indonesia. Menjadi atlet pencak silat merupakan kebanggaan tersendiri, karena kita bisa menjadi bagian dari pesilat Indonesia yang melestarikan seni bela diri dan seni budaya,\u201d katanya.<\/p>\n<p><em>berbagaisumber<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KETUA\u00a0Pelaksana Yuyu Rahmat Mulyana mengatakan, Festival Silat Budaya sesuai dengan kehendak Gubernur Kalimantan Selatan, bahwa di Kalimantan Selatan seluruh masyarakatnya harus bergerak, termasuk di bidang oleh raga, serta harus ada&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":9076,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[76,96,100],"tags":[],"class_list":["post-9075","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","category-featured","category-kota-banjarmasin"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9075","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9075"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9075\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9075"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9075"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9075"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}