{"id":9086,"date":"2018-05-18T10:37:46","date_gmt":"2018-05-18T03:37:46","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesiaheritage-cities.org\/?p=9086"},"modified":"2018-05-18T10:37:46","modified_gmt":"2018-05-18T03:37:46","slug":"pameran-batik-indigo-indonesia-di-swedia-dan-latvia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/pameran-batik-indigo-indonesia-di-swedia-dan-latvia\/","title":{"rendered":"Pameran Batik Indigo Indonesia di Swedia dan Latvia"},"content":{"rendered":"<p>Batik Indigo Indonesia dipamerkan bagi publik di Swedia dan Latvia melalui rangkaian pameran, lokakarya dan pagelaran busana batik hasil pewarna alam bertema &#8220;The Colours of Indonesia. From Nature to Fashion&#8221; yang diadakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Stockholm, Swedia, pada 14 Mei di Stockholm dan 17 Mei di Riga, Latvia.<\/p>\n<p>Fungsi Penerangan, Sosial dan Kebudayaan (Pensosbud) KBRI Stockholm, Ernest Hadinoto, mengatakan koleksi yang dibawakan adalah hasil karya dari Galeri Batik Jawa, Yogyakarta,<br \/>\nIndonesia.<\/p>\n<p>Duta Besar Indonesia untuk Swedia dan Latvia, Bagas Hapsoro, menyebutkan batik merupakan bagian dari budaya dan tradisi Indonesia diwariskan turun temurun, dan kekayaan tersebut menjadikan daya tarik Indonesia yang unik serta memiliki keunggulan tersendiri.<\/p>\n<p>Dikatakannya koleksi batik yang ditampilkan memiliki keunggulan karena konsep pengerjaannya yang menggunakan pewarna alami dari Indigofera tinctoria, sehingga memiliki nilai ramah lingkungan.<\/p>\n<p>Selain itu, dikemukakannya, proses pengerjaan batik melibatkan perempuan di Yogyakarta sehingga<br \/>\nmembuka lapangan pekerjaan dan mendukung pemberdayaan kaum perempuan.<\/p>\n<p>Kegiatan promosi batik dilakukan dalam bentuk pelaksanaan workshop dan pagelaran busana. Pada saat<br \/>\nworkshop batik, peserta diberikan kesempatan untuk mempraktekan teknik dasar membatik, yakni<br \/>\nmengaplikasikan lilin ke kain pola batik.<\/p>\n<p>Kegiatan dilanjutkan dengan penyelenggaraan parade busana, dihadiri perwakilan Istana Raja dan Ratu<br \/>\nSwedia, kalangan industri fashion dan tekstil Swedia, dubes dan diplomat asing, mitra kerja KBRI, pengusaha,<br \/>\nSahabat Indonesia, serta perwakilan kelompok masyarakat Indonesia di Swedia dan Latvia.<\/p>\n<p>Acara dirangkaikan dengan penampilan tari Sesonderan dari Jawa oleh Kelompok Dharma Wanita Persatuan<br \/>\nKBRI Stockholm, kemudian sajian kuliner dan kopi Indonesia disuguhkan selama kegiatan berlangsung di dua<br \/>\nlokasi.<\/p>\n<p>Swedia dan Latvia dikenal sebagai negara penduduk memiliki selera berbusana yang bagus. Swedia<br \/>\nmerupakan negara asal merk H&amp;M, yang memiliki cabang perusahaan berbagai negara di dunia. Sedangkan<br \/>\nLatvia, salah satu pusat ekonomi di kawasan Baltik, di mana penduduknya, terutama perempuan, memiliki<br \/>\nselera berbusana tinggi dan menyenangi produk yang unik.<\/p>\n<p><em>antaranews.com\/Image\u00a0mahligai-indonesia<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Batik Indigo Indonesia dipamerkan bagi publik di Swedia dan Latvia melalui rangkaian pameran, lokakarya dan pagelaran busana batik hasil pewarna alam bertema &#8220;The Colours of Indonesia. From Nature to Fashion&#8221;&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":9089,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[76,96],"tags":[],"class_list":["post-9086","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","category-featured"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9086","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9086"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9086\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9086"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9086"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9086"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}