{"id":9104,"date":"2018-05-21T10:12:17","date_gmt":"2018-05-21T03:12:17","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesiaheritage-cities.org\/?p=9104"},"modified":"2018-05-21T10:12:17","modified_gmt":"2018-05-21T03:12:17","slug":"buleleng-kembali-menggelar-pesta-kesenian-bali-pkb-dan-buleleng-expo-2018","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/buleleng-kembali-menggelar-pesta-kesenian-bali-pkb-dan-buleleng-expo-2018\/","title":{"rendered":"Buleleng Kembali Menggelar Pesta Kesenian Bali (PKB) dan Buleleng Expo 2018"},"content":{"rendered":"<p>Melestarikan seni dan Budaya di Kabupaten Buleleng,\u00a0\u00a0Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng kembali menggelar Pesta Kesenian Bali (PKB) ke 40 dan Buleleng Expo ke 2 tahun 2018.<\/p>\n<p>PKB dan Buleleng Expo tahun 2018 ini\u00a0 berlangsung selama 5 hari mulai dari 17 Mei sampai 21 Mei 2018. PKB Ke 40 tahun ini mengambil tema \u201cTeja Dharmaning Kauripan, Api Spirit Penciptaan\u201d.<\/p>\n<p>PKB dan Buleleng Expo secara langsung dibuka Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, ST didampingi Sekretaris Daerah Ir.\u00a0\u00a0Dewa Ketut Puspaka,\u00a0MP, Ketua TP PKK Kabupaten Buleleng Ny.\u00a0\u00a0Aries Sujati Suradnyana Beserta Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah\u00a0\u00a0(OPD)\u00a0\u00a0dilingkup Pemerintah Kabupaten Buleleng, di Panggung Terbuka Kawasan Eks Pelabuhan Buleleng.<\/p>\n<p>Bupati Suradnyana dalam sambutannya mengatakan, PKB ini merupakan Ajang penggalian, pelestarian, pembinaan, dan pengembangan seni budaya Bali khususnya dibidang seni tari dan seni tabuh.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, Bupati Suradnyana menjelaskan bahwa PKB dan Buleleng Expo merupakan salah satu kegiatan rutin kepariwisataan yang terus dilaksanakan pada tahun mendatang di kabupaten terletak dinujung utara Pulau Dewata.<\/p>\n<p>\u201cUntuk meningkatkan pariwisata di Buleleng, kegiatan Buleleng Expo ini akan digelar setiap tahun hal ini dikarenakan Buleleng Expo Sudah menjadi Agenda Tahunan dari Pemkab Buleleng,\u201d ucapnya<\/p>\n<p>Sebagai orang nomor Satu di Buleleng, Bupati Suradnyana menilai pelaksanaan PKB dan Buleleng Expo dimana melibatkan banyak seniman dan juga para pelaku ekonomi kecil dalam pameran diharapkan ikut mendorong perekonomian daerah.<\/p>\n<p>\u201cKami yakin pelaksaannya dapat pula memberdayakan masyarakat yang ada di Kabupaten Buleleng,\u201d tutur dia.<\/p>\n<p>Imbuh Bupati\u00a0Suradnyana, budaya merupakan perekat persaudaraan untuk mewujudkan rasa kebersamaan dan toleransi.<\/p>\n<p>\u201cPagelaran ini juga sebagai upaya mempromosikan Buleleng sebagai daerah ramah yang menerima segala macam kesenian dan juga budaya luar,\u201d paparnya<\/p>\n<p>Lanjut dia, tema PKB 2018 tertuang dalam garapan seni, diharapkan dapat menambah pemahaman masyarakat terkait nilai-nilai pendidikan dalam PKB.<\/p>\n<p>\u201cPesta Kesenian Bali yang tahun ini digelar untuk ke-40 kalinya, tentu dari segi seni ditujukan sebagai wahana untuk pelestarian, pengembangan dan pembinaan seni, serta penciptaan seni baru. Namun, patut diingat, dari PKB sekaligus kami harapkan agar bisa memberikan proses pencerahan dan pendidikan masyarakat lewat garapan maupun tarian yang disampaikan,\u201d harapnya.<\/p>\n<p>Sementara, ketua panitia yang sekaligus\u00a0\u00a0menjabat sebagai kepala dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng Drs. I Putu Tastra Wijaya, MM menegaskan, PKB dan Buleleng Expo Ini\u00a0 berlangsung selama lima hari dengan berbagai kesenian yang akan nantinya mewakili Buleleng di ajang PKB provinsi Bali yang akan datang.<\/p>\n<p>\u201cIni (PKB) merupakan kegiatan pembinaan dan juga pengembangan dari peserta, hal ini dikarenakan semua yang tampil saat ini akan mewakili Buleleng pada PKB Provinsi Bali yang akan digelar beberapa bulan lagi,\u201d singkatnya.<\/p>\n<p><em>balipuspanews.com\/Image\u00a0posbali.id<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Melestarikan seni dan Budaya di Kabupaten Buleleng,\u00a0\u00a0Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng kembali menggelar Pesta Kesenian Bali (PKB) ke 40 dan Buleleng Expo ke 2 tahun 2018. PKB&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":9105,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[76,96,124],"tags":[],"class_list":["post-9104","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","category-featured","category-kabupaten-buleleng"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9104","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9104"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9104\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9104"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9104"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9104"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}