{"id":9125,"date":"2018-05-22T14:36:19","date_gmt":"2018-05-22T07:36:19","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesiaheritage-cities.org\/?p=9125"},"modified":"2018-05-22T14:36:19","modified_gmt":"2018-05-22T07:36:19","slug":"indonesia-siap-menggelar-festival-panji-internasional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/indonesia-siap-menggelar-festival-panji-internasional\/","title":{"rendered":"Indonesia Siap Menggelar Festival Panji Internasional"},"content":{"rendered":"<p>Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan siap menggelar &#8220;Festival Panji Internasional&#8221; untuk kali pertama dan akan diikuti peserta dari Kamboja Dan Thailand.<\/p>\n<p>Rangkaian Festival Panji Internasional akan diselenggarakan di delapan kota, yaitu Denpasar, Surabaya, Malang, Blitar, Tulungagung, Kediri, Yogyakarta, dan Jakarta.<\/p>\n<p>Direktur Kesenian Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Restu Gunawan mengatakan dalam siaran pers di Jakarta, Selasa, tujuan Indonesia menggelar Festival Panji Internasional, mengajak negara-negara di ASEAN bersama-sama merayakan panji sebagai warisan budaya dunia.<\/p>\n<p>Cerita Panji telah ditetapkan oleh United Nations Educational, Scientic and Cultural Organization (UNESCO) sebagai Memory of the World (MoW) atau Ingatan Dunia dalam situs resmi Memory of the World-UNESCO tertanggal 31 Oktober 2017.<\/p>\n<p>Festival Panji Internasional juga bagian dari Memory of the World. Dalam rangka merawat Panji sebagai Memory of the World. Kalau sudha diakui kan harus ada kegiatan atau aktivitasnya, kata Restu.<\/p>\n<p>Dia menuturkan, Cerita Panji menyebar hampir di seluruh negara ASEAN dengan Indonesia sebagai pusatnya.<\/p>\n<p>Karena nilai-nilai dari Panji juga erat dengan keragaman, pendidikan karakter, dan sebagainya. Kita, negaranegara<br \/>\nASEAN juga mempunyai kesamaan dan kemiripan dalam budaya, kata dia.<\/p>\n<p>Rangkaian Festival Panji Internasional 2018 akan berlangsung pada tanggal 27 Juni hingga 13 Juli 2018.<\/p>\n<p>Beberapa kegiatan yang akan digelar antara lain pergelaran kesenian dari negara-negara ASEAN di delapan kota, lokakarya\/seminar, kegiatan apresiasi seperti lomba-lomba bagi pelajar, kunjungan budaya, dan pameran naskah, lukisan, topeng, dan lainnyam<\/p>\n<p>&#8220;Panji merupakan kata yang cukup populer, dan memiliki makna yang multitafsir, yaitu gelar kebangsawanan,<br \/>\nbendera kebesaran, atau topeng\/penutup wajah.&#8221;<\/p>\n<p>Panji pun menjadi produk budaya berupa karya sastra lisan yang diceritakan dari waktu ke waktu. Dari sudut<br \/>\ntertentu, Cerita Panji bahkan dapat bersanding dengan dua epos, yaitu Mahabarata dan Ramayana yang penyebarannya beriringan dengan agama Hindu di Jawa.<\/p>\n<p>Panji adalah salah satu wujud kebudayaan, karena Panji menceritakan cerita rakyat di mana banyak terdapat<br \/>\nnilai kebudayaan daerah tempat lahirnya Panji tersebut.<\/p>\n<p>Panji menceritakan religi dan kepercayaan masyarakat pada masa kerajaan; mata pencaharian rakyat; teknologi pada zaman itu misalnya alat untuk berperang, pengetahuan di bidang pemerintahan, seperti Raja, Patih, dan Penasihat Kerajaan, dan siasat pertahanan dalam perang perebutan kekuasaan, serta organisasi sosial.<\/p>\n<p><em>antaranews.com\/Image\u00a0<span class=\"irc_ho\" dir=\"ltr\">tribunnews.com<\/span><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan siap menggelar &#8220;Festival Panji Internasional&#8221; untuk kali pertama dan akan diikuti peserta dari Kamboja Dan Thailand. Rangkaian Festival Panji Internasional akan diselenggarakan di delapan kota, yaitu&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":9126,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[76,96,92,93,90],"tags":[],"class_list":["post-9125","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","category-featured","category-kota-blitar","category-kota-malang","category-kota-surabaya"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9125","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9125"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9125\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9125"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9125"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9125"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}