{"id":9238,"date":"2018-05-30T10:30:08","date_gmt":"2018-05-30T03:30:08","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesiaheritage-cities.org\/?p=9238"},"modified":"2018-05-30T10:30:08","modified_gmt":"2018-05-30T03:30:08","slug":"destinasi-wisata-rumah-gadang-panjang-masuk-nominasi-api-2018","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/destinasi-wisata-rumah-gadang-panjang-masuk-nominasi-api-2018\/","title":{"rendered":"Destinasi Wisata Rumah Gadang Panjang Masuk Nominasi API 2018"},"content":{"rendered":"<p>Padang Aro &#8211; Destinasi wisata Rumah Gadang Panjang di Abai, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat masuk nominasi Anugerah Pesona Indonesia (API) 2018 kategori 10 situs sejarah terpopuler di Indonesia.<\/p>\n<p>&#8220;Kami mengusulkan enam destinasi wisata untuk mengikuti Anugerah API 2018, dan hanya satu yang masuk nominasi yaitu Rumah Gadang Panjang ketegori situs sejarah terpopuler,&#8221; kata Kepala Bidang Promosi Dinas Pariwisata dan Budaya Solok Selatan, Yolni Hendra di Padang Aro, Senin.<\/p>\n<p>Untuk mendukung Rumah Gadang Panjang pada API 2018 bisa melalui pesan singkat atau SMS dengan cara ketik API 10J kirim ke 99386.<\/p>\n<p>Sedangkan melalui vote lain bisa mengunduh aplikasi API di google playstore appstore. Pemberian dukungan melalui SMS dan vote mulai 1 Juni hingga 31 Oktober 2018.<\/p>\n<p>Enam destinasi yang diusulkan yaitu kategori makanan tradisional terpopuler pangek pisang, wisata air terpopuler pacu codang.<\/p>\n<p>Selanjutnya ekowisata terpopuler yaitu eko edu wisata wonorejo, atraksi budaya terpopuler randai, situs sejarah terpopuler rumah gadang panjang dan surga tersembunyi terpopuler goa batu kapal.<\/p>\n<p>Dia mengatakan, pada situs sejarah terpopuler Rumah Gadang Panjang memiliki sembilan saingan yaitu benteng balgija di Maluku Tengah, benteng otanaha di Gorontalo.<\/p>\n<p>Selanjutnya candi singosari di Malang, goa liang kabori Kabupaten Muna, istana kuning Waringin Barat, kota tua Jakarta Utara, patung megan Fak-fak Papua, pugung raharjo Lampung Timur dan rumah bung Karno Bengkulu.<\/p>\n<p>Sedangkan untuk Sumbar ada tujuh destinasi yang masuk nominasi API 2018 yaitu makanan tradisional terpopuler kue pare Pasaman, minuman tradisional terpopuler aia aka Bukittinggi.<\/p>\n<p>Selanjutnya dataran tinggi terpopuler lawang park Agam, atraksi budaya terpopuler pacu jawi Tanah Datar, kampung adat terpopuler Balai Kaliki Payakumbuh dan objek wisata unik terpopuler jembatan aka Pesisir Selatan.<\/p>\n<p>Pada 2017 kawasan Seribu Rumah Gadang di Kabupaten Solok Selatan meraih juara I kampung adat terpopuler pada ajang API Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.<\/p>\n<p>Saribu rumah gadang menjadi pemenang pada ajang API setelah mendapatkan vote yang signifikan yaitu 50,19 persen.<\/p>\n<p>Pada API 2017 saribu rumah gadang mampu mengalahkan Kete&#8217; Keshu Kabupaten Toraja Utara dengan vote 17 persen dan Kampung Wisata Mangeman Kabupaten Bantul sebanyak 11 persen.<\/p>\n<p>&#8220;Karena sudah menang maka saribu rumah gadang tidak boleh ikut lagi pada ajang ini, sehingga kami mengusulkan destinasi lain yang tak kalah menariknya,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Dia menambahkan, pemerintah setempat yakin rumah gadang panjang Abai bisa meraih kesuksesan pada ajang ini.<\/p>\n<p>&#8220;Kami akan gunakan stategi saat memenangkan saribu rumah gadang,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p><em>Antaranews.com<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Padang Aro &#8211; Destinasi wisata Rumah Gadang Panjang di Abai, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat masuk nominasi Anugerah Pesona Indonesia (API) 2018 kategori 10 situs sejarah terpopuler di Indonesia. &#8220;Kami&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":9239,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[76,96,99],"tags":[],"class_list":["post-9238","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","category-featured","category-kota-padang"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9238","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9238"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9238\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9238"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9238"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9238"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}