{"id":9351,"date":"2018-06-18T17:59:17","date_gmt":"2018-06-18T10:59:17","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesiaheritage-cities.org\/?p=9351"},"modified":"2018-06-18T17:59:17","modified_gmt":"2018-06-18T10:59:17","slug":"kurangi-kepadatan-tempat-istirahat-di-tol-cipali-tempat-istirahat-di-tol-fungsional-batang-pejagan-ditambah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/kurangi-kepadatan-tempat-istirahat-di-tol-cipali-tempat-istirahat-di-tol-fungsional-batang-pejagan-ditambah\/","title":{"rendered":"Kurangi Kepadatan Tempat Istirahat di Tol Cipali, Tempat Istirahat di Tol Fungsional Batang &#8211; Pejagan Ditambah"},"content":{"rendered":"<div dir=\"auto\"><strong>Jakarta<\/strong>\u2014Untuk meningkatkan pelayanan dan kelancaran mudik Lebaran 2018, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) selaku operator, berupaya untuk\u00a0 mengurangi kepadatan pada sejumlah tempat istirahat\/rest area pada ruas tol fungsional.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">Berkaca pada pengalaman sebelumnya, para pemudik yang menuju Jakarta dihimbau untuk menggunakan Tempat Istirahat (TI), Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP), dan tempat istirahat sementara (TIS) yang berada pada ruas tol fungsional Batang-Pemalang-Pejagan. Dari 6 TI\/TIP\/TIS yang ada akan ditambah 5 TIS.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">Dengan demikian pada ruas tol fungsional Pejagan &#8211; Pemalang &#8211; Batang sepanjang 75 km akan terdapat 11 TI\/TIS, antara lain pada ruas Batang -Pemalang di TIS Km 321 dan TIS Km 344, Pemalang-Pejagan di TI KM 252A,<\/div>\n<div dir=\"auto\">TI Km 275A dan TI KM 282B dan Brebes Timur-Kanci tersedia TIP KM 229B. Selain itu juga terdapat Parking Bay (PB) di KM 287. Fasilitas yang disediakan parkir, toilet, air bersih, area kuliner, mushola dan SPBU portable.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">Kepadatan di rest area berkontribusi terhadap kemacetan di jalan tol akibat antrian kendaraan yang akan masuk terutama pada puncak arus balik yang diperkirakan pada 18 hingga 20 Juni 2018.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">\u201cKementerian PUPR berupaya seoptimal mungkin, agar mudik Lebaran 2018 lebih baik dari tahun sebelumnya. Dalam rangka mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran 2018, Kementerian PUPR juga memberikan dukungan berupa mobil toilet umum yang ditempatkan di beberapa tempat istirahat,\u201d kata Menteri Basuki beberapa waktu lalu.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">Pada ruas tol fungsional dari Semarang hingga Batang, terdapat 4 TIP dan 4 PB. Keempat TIP tersebut berada di KM 389B, KM 407A, KM 418B dan KM 420A. Sementara untuk Parking Bay berada di KM 381B, KM 401B, KM 442B dan KM 436B.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">Tol fungsional akan mulai dibuka selama tiga hari mulai Senin (18\/6) pukul.06.00 WIB hingga Rabu (20\/6). Seperti pada saat arus mudik, ruas tol fungsional akan dibuka 2 lajur untuk satu arah menuju Jakarta.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\"><a href=\"https:\/\/www.indonesiaheritage-cities.org\/wp-content\/uploads\/2018\/06\/35490908_2471766066178253_7597820356627267584_o.jpg\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-9352\" src=\"https:\/\/www.indonesiaheritage-cities.org\/wp-content\/uploads\/2018\/06\/35490908_2471766066178253_7597820356627267584_o-1024x562.jpg\" alt=\"\" width=\"500\" height=\"274\" \/><\/a><\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">Dari data arus mudik tahun 2017 yang tercatat di gerbang tol Cikarang Utama, jumlah kendaraan menuju arah Jakarta pada puncak arus balik diperkirakan sebanyak 100.000-120.000 kendaraan.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\"><strong>Dampak Positif Dibukanya Tol Fungsional MKTT Seksi 1<\/strong><\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (MKTT) Seksi I Simpang Susun (SS) Tanjung Morawa-SS Parbarakan sepanjang 10,75 Km.\u00a0 dibuka sebagai jalur fungsional untuk arus mudik\/balik lebaran 2018, sejak Senin 11 Juni 2018. Meski statusnya tol fungsional namun kondisi jalan seperti tol operasional, karena ruas ini sudah selesai dan siap untuk diresmikan.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\"><a href=\"https:\/\/www.indonesiaheritage-cities.org\/wp-content\/uploads\/2018\/06\/35480970_2471764369511756_1214273720860803072_n.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-9353\" src=\"https:\/\/www.indonesiaheritage-cities.org\/wp-content\/uploads\/2018\/06\/35480970_2471764369511756_1214273720860803072_n.jpg\" alt=\"\" width=\"500\" height=\"281\" \/><\/a><\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">Dibukanya ruas tol tersebut memperlancar arus lalu lintas dari Medan yang menuju Tebing Tinggi dan sebaliknya. \u201cSimpang Kayu Besar biasanya macet. Namun dengan dibukanya ruas tol fungsional Tanjung Morawa ke Parbarakan Kualanamu ke Tebing Tinggi lancar,\u201d kata Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional II Medan (Sumatera Utara-Riau) Paul Ames Halomoan. (*)<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">Biro Komunikasi Publik<\/div>\n<div dir=\"auto\">Kementerian PUPR<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta\u2014Untuk meningkatkan pelayanan dan kelancaran mudik Lebaran 2018, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) selaku operator, berupaya untuk\u00a0 mengurangi kepadatan pada sejumlah tempat&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":9355,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[76],"tags":[],"class_list":["post-9351","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9351","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9351"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9351\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9351"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9351"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9351"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}