{"id":9608,"date":"2018-07-04T12:06:20","date_gmt":"2018-07-04T05:06:20","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesiaheritage-cities.org\/?p=9608"},"modified":"2018-07-04T12:06:20","modified_gmt":"2018-07-04T05:06:20","slug":"melihat-sejarah-pabrik-gula-colomadu-lambang-perekonomian-praja-mangkunegaran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/melihat-sejarah-pabrik-gula-colomadu-lambang-perekonomian-praja-mangkunegaran\/","title":{"rendered":"Melihat Sejarah Pabrik Gula Colomadu, Lambang Perekonomian Praja Mangkunegaran"},"content":{"rendered":"<p>Bekas Pabrik Gula Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah, kini menjadi destinasi wisata favorit bagi mereka yang berkunjung ke Surakarta.<\/p>\n<p>Di sini, para pengunjung diajak\u00a0mengenang kembali perjalanan panjang pabrik gula di Jawa Tengah itu.<\/p>\n<p>Kilas balik, bagaimana sejarah Pabrik Gula Colomadu pada masanya?<\/p>\n<p>Pabrik gula merupakan lambang kemajuan perekonomian Praja Mangkunegaran, salah satu kadipaten di Surakarta.<\/p>\n<p>Dalam buku &#8220;Sejarah Panjang Mataram&#8221; disebutkan pada 1857-1877, Raja Praja Mangkunegaran, Mangkunegara IV, tak bisa mendapatkan kembali perkebunan yang telah disewa oleh pengusaha Eropa.<\/p>\n<p>Kemudian, ia berpikir untuk mengganti sistem apanage atau tanah lungguh para abdi dalem dan pejabatnya dengan sistem gaji.<\/p>\n<p>Dari tanah apanage tersebut, dikembangkan perkebunan yang ditanami tanaman komoditas ekspor.<\/p>\n<p>Salah satunya adalah dengan menanam tanaman tebu serta mendirikan pabrik gula.<\/p>\n<p>Ada dua pabrik yang diridikan pada masa Mangkunegara IV yaitu Pabrik Gula Colomadu dan Pabrik Gula Tasikmadu, keduanya berada di wilayah Karanganyar.<\/p>\n<p><strong>Awal berdirinya Pabrik Gula Colomadu<\/strong><\/p>\n<p>Pada 1861, Mangkunegara IV mendirikan pabrik gula. Langkah ini diawalinya dengan meminta persetujuan Residen Belanda di Surakarta. Usulan Mangkunegara IV untuk mendirikan pabrik gula disetujui.<\/p>\n<p>Pabrik itu dibangun oleh seorang berkebangsaan Jerman bernama R.Kampf. Lokasinya di Desa Krambilan distrik Malang Jiwan yang berada di sebelah utara Kartasura.<\/p>\n<p>Pemilihan lokasi ini karena wilayah tanah dan air yang dinilai mencukupi.<\/p>\n<p>Saat pabrik berdiri,\u00a0R.Kampf menjadi administratur yang mengelola dan memimpin Pabrik.<\/p>\n<p>Biaya pembangunan pabrik diambil dari hasil perkebunan Mangkunegaran. Sedikit demi sedikit, logistik dan alat-alat untuk produksi gula juga didatangkan.<\/p>\n<p>Pada 1860-an, industri perkebunan tebu menjadi usaha yang menjanjikan karena pada waktu itu gula menjadi produk yang sangat dibutuhkan oleh pasar dalam negeri dan luar negeri.<\/p>\n<p>Sebagai salah satu bahan makanan pokok, gula diperlukan oleh beberapa pihak.<\/p>\n<p>Dengan membangun pabrik, Mangkunegara IV berharap bisa mencukupi kebutuhan Praja Mangkunegaran.<\/p>\n<p>Pabrik gula tersebut diberi nama Colomadu yang mempunyai makna gunung madu. Pada 1862, Pabrik Gula Colomadu mulai beroperasi.<\/p>\n<p>Tahun pertama panen menghasilkan sekitar 3.700 kwintal gula dari perkebunan tebu seluas 95 hektar.<\/p>\n<p>Gula yang dihasilkan Pabrik Gula Colomadu dipasarkan di daerah sekitar Mangkunegara, Bandaneira, dan Singapura, bekerja sama dengan perantara.<\/p>\n<p>Pendapatan dari penjualan gula tersebut digunakan untuk membayar gaji pegawai, gaji bangsawan, operasional Mangkunegaran, dan tanah lungguh milik keluarga Mangkunegaran.<\/p>\n<p><strong>Perkembangan Pabrik Gula Colomadu <\/strong><\/p>\n<p>Pabrik Colomadu dari tahun ke tahun terus berkembang. Produksi gula yang baik dengan kualitas yang baik turut mendongkrak keuntungan bagi Mangkunegaran.<\/p>\n<p>Dengan hasil gula yang semakin melimpah, Mangkunegoro IV berencana kembali membangun pabrik gula sebagai penguat bisnis.<\/p>\n<p>Pada 1871, berdirilah Pabrik Gula Tasikmadu. Pabrik ini berada di daerah Tasikmadu, Karanganyar.<\/p>\n<p>Dengan demikian, ada dua pabrik gula yang menopang perekonomian Paraja Mangkunegaran. Pada 1942, Jepang masuk dan menggantikan Belanda di Indonesia.<\/p>\n<p>Sistem yang diterapkan berbeda karena rakyat diharuskan untuk menanam dan mengembangkan padi.<\/p>\n<p>Tebu yang notabene dibutuhkan dan berkembang, akhirnya meredup. Seiring berjalannya waktu, PG Colomadu diambil alih oleh PT Perkebunan Nusantara (PTPN).<\/p>\n<p>Pada perjalanannya, Colomadu tidak bisa mengembangkangkan produktivitas seperti sebelumnya. Pada 1998, perjalanan Pabrik Gula Colomadu berhenti. Kini, produksinya telah dilimpahkan ke Pabrik Gula Tasikmadu yang masih beroperasi hingga saat ini.<\/p>\n<p><em>travel.kompas.com\/Image\u00a0puromangkunegaran.com<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bekas Pabrik Gula Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah, kini menjadi destinasi wisata favorit bagi mereka yang berkunjung ke Surakarta. Di sini, para pengunjung diajak\u00a0mengenang kembali perjalanan panjang pabrik gula di Jawa&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":9609,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[76,96,72],"tags":[],"class_list":["post-9608","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","category-featured","category-kota-surakarta"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9608","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9608"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9608\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9608"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9608"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9608"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}