{"id":9740,"date":"2018-07-13T10:18:49","date_gmt":"2018-07-13T03:18:49","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesiaheritage-cities.org\/?p=9740"},"modified":"2018-07-13T10:18:49","modified_gmt":"2018-07-13T03:18:49","slug":"kemendikbud-akan-gelar-festival-gamelan-internasional-di-solo","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/kemendikbud-akan-gelar-festival-gamelan-internasional-di-solo\/","title":{"rendered":"Kemendikbud Akan Gelar Festival Gamelan Internasional di Solo"},"content":{"rendered":"<p><strong>Jakarta<\/strong>\u00a0\u00a0&#8211; Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan menyelenggarakan Festival Gamelan Internasional (International Gamelan Festival- IGF) di Kota Solo dan beberapa kota lainnya pada 9-16 Agustus 2018.<\/p>\n<p>&#8220;IGF ini dimasudkan sebagai momentum mudik (homecoming) bagi para ahli yang pernah meneliti atau mempunyai minat studi tentang gamelan untuk melakukan semacam mudik atau kembali pulang,&#8221; kata Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud, Hilmar Farid.<\/p>\n<p>Dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (12\/7\/2018) dia mengatakan tema mudik itu seakan memanggil pulang para pelaku seni gamelan dari berbagai penjuru dan dikumpulkan di Kota Solo.<\/p>\n<p>Acara itu akan bertempat di lokasi ikonik di Kota Solo, antara lain Benteng Vastenburg, ISI Solo, City Walk Slamet Riyadi, nDalem Joyokusuman, Lokananta dan masih banyak lagi.<\/p>\n<p>Nama sejumlah tokoh seperti Djaduk Ferianto, Joko Porong, Rahayu Supanggah dan maestro lain dipastikan turut ambil bagian dalam gelaran festival bergengsi itu.<\/p>\n<p>Beberapa mata acara disiapkan seperti pentas kebaruan Gamelan, diskusi, pentas gamelan keraton yang melibatkan Solo, Cirebon, Kalimantan, Sumenep hingga Malaysia.<\/p>\n<p>Festival itu juga akan diikuti kelompok gamelan dari beberapa negara seperti Jepang, Malaysia, Amerika dan Australia.<\/p>\n<p>Kegiatannya juga dimaksudkan untuk menyediakan arena bagi para ahli, pemikir dan peminat gamelan agar saling bersilaturahim, berziarah dan merajut imajinasi.<\/p>\n<p>Menurut Hilmar, Solo sangat lekat dengan julukan Kota Budaya. Kota Solo juga dapat dibilang sebagai salah satu kiblat budaya, bukan hanya Indonesia tetapi dunia.<\/p>\n<p>Solo sebagai Kota Bengawan disebut menjadi tempat lahirnya para maestro seni sehingga menarik minat orang-orang dari berbagai daerah maupun negara datang untuk belajar kesenian.<\/p>\n<p>IGF yang digelar untuk kali pertama di Indonesia akan diisi dengan serangkaian kegiatan yang sarat dengan nilai-nilai filosofi hingga diaspora Gamelan di berbagai wilayah dan disiplin ilmu.<\/p>\n<p>Gamelan adalah salah satu jenis musik paling kuno yang masih hidup dan berpengaruh luas hingga kini.<strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><em>ANTARA\/Image\u00a0<span class=\"irc_ho\" dir=\"ltr\">Soloevent<\/span><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta\u00a0\u00a0&#8211; Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan menyelenggarakan Festival Gamelan Internasional (International Gamelan Festival- IGF) di Kota Solo dan beberapa kota lainnya pada 9-16 Agustus 2018. &#8220;IGF&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":9741,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[76,96,72],"tags":[],"class_list":["post-9740","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","category-featured","category-kota-surakarta"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9740","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9740"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9740\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9740"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9740"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9740"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}