{"id":9857,"date":"2018-07-23T12:38:16","date_gmt":"2018-07-23T05:38:16","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesiaheritage-cities.org\/?p=9857"},"modified":"2018-07-23T12:38:16","modified_gmt":"2018-07-23T05:38:16","slug":"madiun-gelar-agenda-wisata-baru-cnc","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/madiun-gelar-agenda-wisata-baru-cnc\/","title":{"rendered":"Madiun Gelar Agenda Wisata Baru &#8220;CNC&#8221;"},"content":{"rendered":"<p><strong>Madiun<\/strong> &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun meluncurkan agenda wisata baru dengan<br \/>\nmenggelar kegiatan `Charismatic Night Carnival` (CNC) pada Sabtu tanggal 21 Juli 2018 guna meningkatkan<br \/>\nkunjungan wisatawan ke daerah setempat.<\/p>\n<p>Kegiatan yang digelar di sepanjang Jalan Pahlawan Kota Madiun tersebut berlangsung dari pukul 19.00 WIB<br \/>\nhingga tengah malam.<\/p>\n<p>&#8220;Kegiatan CNC ini merupakan destinasi atau agenda baru di Kota Madiun yang tentunya terkait dengan<br \/>\npariwisata yang ada di kota setempat,&#8221; ujar Wali Kota Madiun Sugeng Rismiyanto seusai kegiatan CNC,<br \/>\nMinggu dini hari.<\/p>\n<p>Menurut dia, kegiatan yang juga digelar dalam rangka peringatan HUT ke-100 Kota Madiun tersebut<br \/>\nmenampilkan suatu bentuk karnaval yang lain dari biasanya. Yakni menyuguhkan paduan kesenian, budaya,<br \/>\ndan sejarah. Kolaborasi tersebut memberikan nuansa yang berbeda dalam acara karnaval.<\/p>\n<p>&#8220;Karenanya saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan dalam kegiatan ini.<br \/>\nHarapannya, di usia Kota Madun yang ke 100 tahun ini, semakin maju pembangunannya dan acara serupa ke<br \/>\ndepannya semakin baik dan lebih wow (keren),&#8221; kata Sugeng.<\/p>\n<p>Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Madiun, Agus<br \/>\nPurwowidakdo, mengatakan CNC merupakan wujud upaya Pemkot Madiun dalam menggali dan<br \/>\nmelestarikan jati diri.<\/p>\n<p>&#8220;Utamanya dalam menggali seni, tradisi, dan budaya asli daerah Madiun. Karena itu, tema yang diusung<br \/>\ndalam CNC tahun 2018 ini adalah `Explore The Beauty of Madiun City`. Dalam arti, Pemkot Madiun ingin<br \/>\nmengangkat semua potensi Kota Madiun yang ada dan menyuguhkannya untuk dikenal,&#8221; kata dia.<\/p>\n<p>Adapun, CNC tahun 2018 diiikuti oleh ratusan peserta yang tergabung dalam 31 kontingen. Puluhan<br \/>\nkontingen tersebut berasal dari Kabupaten Madiun selaku wilayah cikal bakal Kota Madiun, OPD di<br \/>\nlingkungan Pemkot Madiun, BUMN, BUMD, sekolah, dan seluruh pelaku seni di Kota Madiun.<\/p>\n<p>Kegiatan tersebut dibuka dengan tarian yang menceritakan perjuangan tokoh wanita Retno Dumilah dalam<br \/>\nmembangun wilayah Madiun.<\/p>\n<p>Agus menambahkan, masih dalam rangkaian kegiatan HUT ke-100 tahun, Pemkot Madiun juga akan<br \/>\nmenggelar pagelaran seni tradisi di tiga kecamatan selama tanggal 22-24 Juli. Selain itu juga menggelar<br \/>\nFestival Seni Pencak Silat Nusantara pada tanggal 25-27 Juli.<\/p>\n<p>Sementara, kegiatan CNC mendapat tanggapan yang positif dari warga. Masyarakat merasaa sangat<br \/>\nterhibur. Kegiatan tersebut berlangsung lancar dan medapat pengamana dari Polres Madiun Kota.<\/p>\n<p><em>ANTARA<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Madiun &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun meluncurkan agenda wisata baru dengan menggelar kegiatan `Charismatic Night Carnival` (CNC) pada Sabtu tanggal 21 Juli 2018 guna meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerah setempat.&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":9858,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[76,96,103],"tags":[],"class_list":["post-9857","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","category-featured","category-kota-madiun"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9857","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9857"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9857\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9857"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9857"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9857"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}