{"id":9932,"date":"2018-07-31T09:50:49","date_gmt":"2018-07-31T02:50:49","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesiaheritage-cities.org\/?p=9932"},"modified":"2018-07-31T09:50:49","modified_gmt":"2018-07-31T02:50:49","slug":"kementerian-pupr-bangun-5-bendungan-baru-di-ntb","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/kementerian-pupr-bangun-5-bendungan-baru-di-ntb\/","title":{"rendered":"Kementerian PUPR Bangun 5 Bendungan Baru di NTB"},"content":{"rendered":"<p><strong>Dompu<\/strong> \u2014 Presiden Joko Widodo meresmikan selesainya pembangunan Bendungan Tanju di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, Senin (30\/7\/2018). Bendungan Tanju merupakan satu dari lima bendungan baru yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di NTB tahun 2015-2019.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.indonesiaheritage-cities.org\/wp-content\/uploads\/2018\/07\/dm1.jpg\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-9934\" src=\"https:\/\/www.indonesiaheritage-cities.org\/wp-content\/uploads\/2018\/07\/dm1.jpg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"399\" \/><\/a><\/p>\n<p>Presiden Jokowi menekankan bahwa kunci pembangunan di NTB adalah adanya air. \u201cKalau tidak ada air seperti di Kab. Dompu ini, yang mau ditanam apa?. Di NTB, kita bangun tidak satu tetapi lima bendungan baru. Bendungan Tanju memiliki kapasitas tampung 18 juta m3 untuk mengairi irigasi seluas 2.250 ha sawah,\u00a0 Dengan adanya bendungan ini, komoditas pertanian dapat meningkat. Panen yang semula satu kali bisa menjadi tiga kali,\u201d kata Presiden Jokowi.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.indonesiaheritage-cities.org\/wp-content\/uploads\/2018\/07\/dm7.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-9935\" src=\"https:\/\/www.indonesiaheritage-cities.org\/wp-content\/uploads\/2018\/07\/dm7.jpg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"389\" \/><\/a><\/p>\n<p>Dalam acara peresmian tersebut, Presiden Jokowi bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko, Gubernur Zainul Majdi, dan Bupati Dompu Bambang M. Yasin.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.indonesiaheritage-cities.org\/wp-content\/uploads\/2018\/07\/dm8.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-9936\" src=\"https:\/\/www.indonesiaheritage-cities.org\/wp-content\/uploads\/2018\/07\/dm8.jpg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"400\" \/><\/a><\/p>\n<p>Presiden mengatakan Indonesia masih membutuhkan banyak bendungan. Jumlah bendungan di Indonesia sekarang baru 231 buah, jauh lebih kecil jumlahnya dari negara lain seperti Amerika Serikat sebanyak 6.100 buah, China Tiongkok sebanyak 110.000 buah, dan Jepang 3.000 buah.<\/p>\n<p>Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan empat bendungan baru lainnya adalah Bendungan Bintang Bano dan Mila yang dalam tahap konstruksi. Dua lainnya akan dimulai konstruksinya tahun 2018 yakni Bendungan Beringin Sila dan Meninting.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.indonesiaheritage-cities.org\/wp-content\/uploads\/2018\/07\/dm2.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-9937\" src=\"https:\/\/www.indonesiaheritage-cities.org\/wp-content\/uploads\/2018\/07\/dm2.jpg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"400\" \/><\/a><\/p>\n<p>\u201cProgres Bendungan Mila sudah 82,3% dan ditargetkan rampung Desember 2018,\u201d jelas Menteri Basuki. Di NTB juga sudah ada 9 bendungan eksisting yakni Bendungan Batujai, Mamak, Pengga, Tiu Kulit, Sumi, Gapit, Batu Bulan, Pelaperado dan Pandan Duri.<\/p>\n<p><strong>Progres 65 Bendungan<\/strong><\/p>\n<p>Dirjen Sumber Daya Air Hari Suprayogi menambahkan selain untuk irigasi, air dari Bendungan Tanju juga dimanfaatkan sebagai air baku bagi warga Kecamatan Manggalewa sebesar 50 liter per detik dan pengendalian banjir.<\/p>\n<p>\u201cKami perkirakan di Bulan Februari 2019, level air sudah mencapai ketinggian _spill out_ bendungan, sehingga sudah bisa dialirkan mengairi ke sawah petani,\u201d jelasnya. Ditambahkannya dengan luas genangan 325,2 hektar, Bendungan Tanju nantinya bisa dikembangkan wisata air sehingga menjadi destinasi wisata baru di Dompu.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.indonesiaheritage-cities.org\/wp-content\/uploads\/2018\/07\/dm10.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-9938\" src=\"https:\/\/www.indonesiaheritage-cities.org\/wp-content\/uploads\/2018\/07\/dm10.jpg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"400\" \/><\/a><\/p>\n<p>Kementerian PUPR menargetkan pembangunan 65 bendungan yang terdiri 49 bendungan baru dan 16 bendungan lanjutan pada tahun 2015-2019. Dari 65 bendungan, sebanyak 9 bendungan sudah rampung, 34 bendungan dalam tahap pelaksanaan, 14 bendungan akan dimulai tahun ini dan 8 lainnya akan dikerjakan tahun 2019.<\/p>\n<p>Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Pusat Bendungan Ni Made Sumiarsih, Kepala BWS Nusa Tenggara I Asdin Julaidy, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional IX Mataram Budiamin, dan Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja. (*)<\/p>\n<p><em>Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dompu \u2014 Presiden Joko Widodo meresmikan selesainya pembangunan Bendungan Tanju di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, Senin (30\/7\/2018). Bendungan Tanju merupakan satu dari lima bendungan baru yang dibangun Kementerian Pekerjaan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":9933,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[76],"tags":[],"class_list":["post-9932","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9932","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9932"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9932\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9932"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9932"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9932"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}