{"id":9941,"date":"2018-07-31T10:13:39","date_gmt":"2018-07-31T03:13:39","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesiaheritage-cities.org\/?p=9941"},"modified":"2018-07-31T10:13:39","modified_gmt":"2018-07-31T03:13:39","slug":"turis-bisa-naik-kapal-rakyat-gratis-di-palembang-selama-asian-games","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/turis-bisa-naik-kapal-rakyat-gratis-di-palembang-selama-asian-games\/","title":{"rendered":"Turis Bisa Naik Kapal Rakyat Gratis di Palembang, Selama Asian Games"},"content":{"rendered":"<p><strong>Jakarta<\/strong> \u2013 Turis yang akan berkunjung ke Palembang, Sumatera Selatan, selama Asian Games 2018 akan dimanjakan dengan beragam fasilitas wisata. Salah satunya kapal rakyat gratis yang disediakan oleh pemerintah setempat bekerja sama dengan Bank Indonesia.<\/p>\n<p>\u201cAda sepuluh\u00a0<em>ketek<\/em>\u00a0(kapal rakyat) yang disedikan bagi wisatawan untuk berkeliling ke sejumlah tempat wisata di sekitar Kota Palembang,\u201d ujar Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan Irene Camelin Sinaga saat ditemui awak media di kantor Kementerian Pariwisata di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin, 30 Juli.<\/p>\n<p data-kiosked-context-name=\"kskdUIContext_954fe71c0d8aef786d93848f66caa462\">Kapal itu akan mengantarkan wisatawan menuju Kampung Kapitan, Tuan Kentang, dan Kampung Al Munawar. Sementara itu, kapal ketek bisa dinaiki dari Benteng Kuto Besak atau BKB, dekat dengan Jembatan Ampera.<\/p>\n<p data-kiosked-context-name=\"kskdUIContext_954fe71c0d8aef786d93848f66caa462\">\u201cAda TIC (<em>tourism information center<\/em>) di sana dan ada loketnya. Wisatawan bisa langsung mendaftarkan diri untuk menggunakan fasilitas gratis kapal tersebut,\u201d ujar Irene.<\/p>\n<p>Selain mengunjungi destinasi wisata ikonis di Palembang, dengan kapal itu, pelancong akan merasakan serunya sensasi mengarungi Sungai Musi. Sungai Musi adalah sungai yang membelah Seberang Ilir di bagian utara dan Seberang Ulu di bagian selatan.<\/p>\n<p>Kapal rakyat gratis akan beroperasi setiap waktu. Jadi wisatawan tak perlu menunggu jadwal keberangkatan kapal. \u201cSepuluh kapal ini akan jalan terus, jadi pasti akan selalu\u00a0<em>standby\u00a0<\/em>untuk wisatawan,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Wisatawan bisa mulai menikmati fasilitas tersebut pada 4 Agustus hingga 2 September 2018. \u201cDimulai sejak kirab obor atau\u00a0<em>torch relay<\/em>,\u201d kata Irene.<\/p>\n<p>Selain kapal rakyat, pemerintah setempat bersama Asosiasi Perusahaan Perjalanan Indonesia (ASITA) dan Himpuan Pariwisata Indonesia (HPI) lokal telah menyediakan paket tur. Ada 86 anggota ASITA di Palembang yang seluruhnya wajib membuat paket-paket wisata perjalanan tur dalam kota.<\/p>\n<p>Paket itu tersedia di sejumlah hotel tempat tamu menginap. Tersedia beberapa pilihan paket, di antaranya paket setengah hari dan sehari penuh.<\/p>\n<p>\u201cAda beberapa paket wisata yang menawarkan perjalanan ke sekitar Sumatera Selatan, misalnya ke Pagar Alam,\u201d tutur Irene.<\/p>\n<p><em>travel.tempo.co\/Image\u00a0<span class=\"irc_ho\" dir=\"ltr\">Kedai Info<\/span><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta \u2013 Turis yang akan berkunjung ke Palembang, Sumatera Selatan, selama Asian Games 2018 akan dimanjakan dengan beragam fasilitas wisata. Salah satunya kapal rakyat gratis yang disediakan oleh pemerintah setempat&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":9942,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[76,96,82],"tags":[],"class_list":["post-9941","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","category-featured","category-kota-palembang"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9941","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9941"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9941\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9941"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9941"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9941"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}