{"id":9961,"date":"2018-08-02T15:12:20","date_gmt":"2018-08-02T08:12:20","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesiaheritage-cities.org\/?p=9961"},"modified":"2018-08-02T15:12:20","modified_gmt":"2018-08-02T08:12:20","slug":"buleleng-festival-ke-vi-the-spirit-of-pluralism-akan-dibuka","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/buleleng-festival-ke-vi-the-spirit-of-pluralism-akan-dibuka\/","title":{"rendered":"Buleleng Festival ke- VI &#8216;The Spirit Of Pluralism&#8217; Akan Dibuka"},"content":{"rendered":"<p><strong>SINGARAJA &#8211;<\/strong>\u00a0Buleleng Festival\u00a0(Bulfest) ke-6, akan dibuka secara resmi pada hari ini, Kamis (2\/7\/2018) sekitar pukul 17.00 WITA.<\/p>\n<p>Tema yang diusung adalah &#8216;The Spirit Of Pluralism&#8217; atau semangat keberagaman. Selain pertunjukan seni tradisional dan modern,\u00a0Bulfest\u00a0juga diramaikan dengan 64 stand kuliner menggugah selera.<\/p>\n<p>Khusus pembukaan hari ini, akan ada\u00a0parade kesenian\u00a0antar etnis. Bulfest\u00a0akan dibuka lebih dahulu dengan Tari Legong, disusul dengan kesenian Burdah dari Desa Pegayaman, Kesenian Benih Kasih dari Desa Banyupoh, kesenian Barongsai, Tari Baris Gede, lalu ditutup oleh Adi Merdangga.<\/p>\n<p>Kemudian sekitar pukul 18.00 WITA, akan ada tari pembukaan\u00a0Bulfest\u00a0(Tari Purwaka Santi).<\/p>\n<p>Pukul 18.30 WITA ada tarian kreasi baru, yakni tari Rang-Rang.<\/p>\n<p>Dan sekitar Pukul 21.00 WITA ada penampilan dari Lolot Band.<\/p>\n<p>Kepala\u00a0Dinas Pariwisata\u00a0Buleleng, Nyoman Sutrisna mengatakan,\u00a0Bulfest\u00a0ke-6 ini akan diselenggarakan mirip seperti tahun-tahun sebelumnya.<\/p>\n<p>Dimana lokasinya dibagi menjadi tiga titik, yakni Zona A di depan Patung Singa Ambaraja, Zona B di Gedung Sasana Budaya, dan Zona C akan digeser ke wantilan Pura Desa Pakraman\u00a0Buleleng.<\/p>\n<p>&#8220;Jalan Veteran khusus zona kuliner. Kantor Bupati untuk pameran industri dan UKM, rumah jabatan digunakan untuk memamerkan hasil pertanian dan pengolahannya,&#8221; jelas Sutrisna.<\/p>\n<p>Ada satu keistimewaan dalam\u00a0Bulfest\u00a0ke-6 ini, dimana kata Sutrisna,\u00a0Kementerian Pariwisata\u00a0Repubulik Indonesia telah memasukkan\u00a0Bulfest\u00a0menjadi satu dari 100 agenda tetap atau calender of event.<\/p>\n<p>&#8220;Bulfest ke-6 ini juga akan diisi dengan penyanyi nasional dan lokal. Seperti Band D&#8217;masiv, SID, Lolot, Nanoe Biroe, dan Tika Pagraki. Saat pembukaan nanti juga akan dihadiri oleh Staf Ahli Menteri Bidang Percepatan Pariwisata RI, dan mantan Deputi Pemasaran Nusantara,&#8221; ungkap Sutrisna.<\/p>\n<p>Melalui\u00a0Bulfest\u00a0ini, Sutrisna berharap dapat mempromosikan serta mendatangkan wisatawan ke\u00a0Buleleng\u00a0mulai dari tingkat nasional hingga internasional.<\/p>\n<p><em>tribunnews.com\/Image\u00a0<span class=\"irc_ho\" dir=\"ltr\">tatkala.co<\/span><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SINGARAJA &#8211;\u00a0Buleleng Festival\u00a0(Bulfest) ke-6, akan dibuka secara resmi pada hari ini, Kamis (2\/7\/2018) sekitar pukul 17.00 WITA. Tema yang diusung adalah &#8216;The Spirit Of Pluralism&#8217; atau semangat keberagaman. Selain pertunjukan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":9962,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[76,96,124],"tags":[],"class_list":["post-9961","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","category-featured","category-kabupaten-buleleng"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9961","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9961"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9961\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9961"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9961"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiaheritage-cities.org\/new\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9961"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}