Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

INOVASI DI KOTA REMPAH

(Sebuah Catatan dari Penghargaan IGA Award))
Oleh: Rinto Taib
(Kepala Litbang JKPI)

Terpilihnya Kota Ternate sebagai peraih penghargaan Innovative Government Award dari kementerian Dalam Negeri RI tahun 2021 adalah untuk pertama kalinya dibanding kota-kota lainnya di Indonesia sejak program apresiasi yang disingkat IGA Award tersebut diselenggarakan. Sebagaimana diketahui bahwa ajang IGA Award merupakan sebuah wujud apresiasi pemerintah terhadap semangat dan upaya serta keberhasilan pemerintah daerah di Indonesia dalam melaksanakan pemerintahan daerahnya dengan cara yang inovatif.

Pemerintah kota Ternate tentu memiliki perhatian besar dalam meningkatkan inovasi daerah melalui peran serta masyarakat dalam program inovatif OPD yang bermanfaat bagi masyarakat dan berdampak bagi kesejahteraan hidup melalui inisiasi satu OPD satu inovasi. Sebuah program yang melibatkan seluruh OPD dalam lingkup pemerintah daerah kota Ternate. Tentu hal demikian tidaklah sulit untuk dipenuhi mengingat dari berbagai pengalaman program yang telah dilaksanakan oleh OPD diantaranya adalah merupakan program unggulan yang secara konsisten terus dilaksanakan secara terus menerus dan berkelanjutan yang adaptif dengan tuntutan perubahan zaman maupun merupakan program inovatif yang benar-benar baru dengan memanfaatkan ketersediaan potensi alam dan sosial kultural (kearifan lokal dan kesalehan sosial).

Kawasan Aspiring Geopark Batu Angus Ternate. Sumber foto: Dok. Sandiaga Salahuddin Uno

Tak mengherankan pula sebagai salah satu kota dari Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) bersama kota-kota pusaka lainnya yang berhasil meraih penghargaan tersebut membuktikan eksistensi kota tersebut dengan berbagai potensi pusakanya terkelola secara maksimal bagi pembangunan masyarakat. Dalam kaitannya dengan ajang IGA award ini maka, setiap pihak yang terlibat baik pemerintah pusat maupun daerah serta warga masyarakat tentu dapat memanfaatkan kesempatan dan peluang ini sebagai upaya pembangunan berkelanjutan melalui transfer pengetahuan dalam berbagai bidang seperti peningkatan SDM, pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas kesehatan, kemandirian dan ketahanan pangan, pertumbuhan ekonomi dan kesempatan kerja, pemberdayaan masyarakat, , perlindungan dan pelestarian ekologis, tata kelola pemerintahan dan penegakan hukum. pelayanan publik yang senstif terhadap berbagai isu mendesak dan responsif atas tuntutan sebagai sebuah kota inklusif.

Hal-hal yang disebutkan diatas Adalah menjadi kewajiban pemerintah daerah dalam pemanfaatan, memfasilitasi,  dan menggunakan hasil inovasi sesuai dengan amanat UU NO 11 Tahun 2019 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang saat ini tengah diimplementasikan oleh Pemkot Ternate dan masyarakatnya. Tentunya, ajang IGA award tidak dilihat sebatas ajang seremoni sehingga orientasi program terbatas upaya pemenuhan indeks inovasi daerah semata atau  pada keinginan untuk meraih penghargaan dan mendapat pengakuan saja melainkan lebih dari itu adalah benar-benar berdampak luas bagi khalayak ramai dan berkelanjutan untuk dirasakan manfaatnya.

Batu Angus Ternate. Sumber foto: Dok. Sandiaga Salahuddin Uno

Adapun alasannya Kota Ternate terpilih sebagai nominasi adalah karena program pengembangan kawasan Batu Angus sebagai Geo Park yang mengantarkan kota Ternate berada dalam urutan ke-49 dari 98 kota di Indonesia dengan capaian nilai 48,36. Indeks inovasi daerah dengan capaian angka skor yang bersumber dari sejumlah inovasi yang diimput dan diberikan penilaiannya tentu hanyalah soalan prosedural dan normatif meskipun untuk meraihnya bukanlah persoalan mudah. Oleh karena itu maka yang kita perlukan dimasa-masa akan datang sebenarnya adalah rasa tanggung jawab bersama untuk merasa memiliki dan meningkatkan kemampuan berkelanjutan untuk mempertahankan prestasi seperti ini. Tentunya hal ini akan terwujud jika kualitas dan kreativitas OPD selalu terjaga dengan berbagai kontribusi nyata berbagai pihak termasuk masyarakat luas untuk ikut mendorong kota Ternate Kota Rempah sebagai kota inklusif yang selalu inovatif dan kolaboratif dalam pembangunan berkelanjutan.

Dengan ditetapkannya pula Kota Ternate sebagai Kota Rempah maka akan menjadikannya sebagai sebuah global city dalam tematik jalur rempah dunia. Dengan narasi dan tinggalan kejayaan sejarah dan peradaban rempah-rempah di masa lalu semakin memberi peluang sekaligus tantangan dimasa-masa yang akan datang terlebih dalam upaya pemajuan kebudayaan yang mencakup aspek perlindungan, pengembangan dan pemanfaatannya.

Leave a Comment