Tidore – Tarian Kapita Uto Salawaku merupakan wujud nyata bahwa sejarah, kebudayaan dan kesenian menjadi suatu kompleksitas yang utuh dan penting di Kota Tidore Kepulauan. Inilah alasan Tarian Kapita Uto Salawaku terpilih sebagai salah satu Tarian yang ditampilkan secara virtual pada perayaan HUT ke-76 Kemerdekaan RI Tahun 2021 di Istana Negara.
Peserta Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke 76 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Kantor Walikota disuguhkan dengan penampilan Tarian Kapita Uto Salawaku, sebuah tarian perang yang diangkat dari ritual masyarakat Adat Kesultanan Tidore. Tarian ini ditampilkan secara virtual di Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara bersama empat tarian yang dipilih dari Seluruh Indonesia.
Tarian Kapita Uto Salawaku ini dikurasi dan dilatih langsung oleh Eko Supriyanto seorang koreografer Terbaik Nasional dan dibawakan dengan begitu apik oleh 7 orang penari dan 4 Orang Musisi yang berasal dari Tidore yakni Vaisal Hadi, Ikbal Salasa, Abdullah Muhammad, Bayu Yakub, Zainal Abidin, Muhammad Rizky Ibrahim, Iswan Muhammad, Fuad Hasan, Ridwan Ibrahim, Briva Razak, Bagus Joko Prasetyo.
Pelatih Tarian Kapita Uto Salawaku Eko Supriyanto mengatakan Tarian ini adalah sebuah tarian perang yang diangkat dari Ritual Masyarakat Adat Kesultanan Tidore, Para Kapita adalah para panglima perang yang memimpin pasukan perang kesultanan Tidore untuk mengusir dan berperang melawan para penjajah.
Sedangkan Uto Salawaku adalah sebuah ritual doa yang dilakukan oleh para pemimpin adat sebelum pasukan menuju medan pertempuran. ritual doa dilakukan untuk memohon berkat dan pertolongan Allah SWT untuk melindungi Sultan Tidore serta seluruh bala rakyat Negeri Tidore.
Tarian ini juga menggambarkan tekad dan semangat juang para panglima perang Sultyan Nuku dan pasukan untuk melindungi negeri dan seluruh bala rakyat kesultanan Tidore, mulai dari Pulau Tidore, Sebagian Oba, Wilayah Gamrange, Wasile Maba, Weda, Patani, Gebe hingga raja ampat, Papua Sembuilan Negeri dan Empat Soa atau Papua Gam Sio Se Ma For Soa Raha, Seram Timur, Kei, Aru serta Pulau-pulau Tenggara Jauh.
“Harapannya, tahun depan Tarian ini bisa tampil secara langsung dengan penari yang sesungguhnya, juga untuk Pemerintah Kota Tidore agar terus bersinergi dengan teman-teman seniman yang ada di Tidore karena potensi seni di Kota Tidore Kepualauan masih banyak yang bisa digarap,” tutup Eko.
rri.co.id / infopublik.id