Skip to content Skip to footer

Pesona Warisan Daerah Dikembangkan Melalui Korpus Digital dan Industri Kreatif

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) meluncurkan e-book 101 Ide Industri Kreatif, sayangnya tidak disebutkan bagaimana masysrakat bisa mengakses buku tersebut dan mesin pencari sama sekali tidak berhasil menemukannya.

Salah satu ide kreatif yang disebutkan adalah mengangkat Storytelling Lokal. Budaya tutur berbagai daerah bisa dikembangkan menjadi unsur penunjang industri kreatif. Contoh sukses yang menonjol diantaranya adalah ERIGO, Janji Jiwa, dan Sejauh Mata Memandang. Mereka tidak menjual produk saja, tapi memadukannya dengan kisah-kisah pengalaman, nilai, dan cerita yang otentik..

ERIGO, misalnya, memulai dari menjual baju untuk traveler, lalu menceritakan evolusi mereka secara terbuka melalui media sosial. Gen Z menyukai perjalanannya karena terasa nyata dan bisa ditiru. Sementara Janji Jiwa mengangkat konsep kopi dengan pendekatan lokal yang hangat—dengan jargon seperti “kopi dari hati” dan sering mengangkat cerita-cerita pelanggan atau baristanya. Sejauh Mata Memandang menjual kreasi busana dengan tema-tema yang menyentak dipadu kisah-kisah para selebriti.

Banyak hal yang bisa digali dari asal usul produk, sejarah lokasi, latar belakang resep, mitos-mitos bermakna di lokasi tersebut, kemudian mendefinisikan nilai-nilai seperti keberlanjutan, keadilan, gotong royong dan sebagainya. Menggunakan bahasa daerah atau bahasa Indonesia dengan dialek daerah akan memperkuat identitas dan memberi sentuhan kedekatan.

Sumber: BRIN

Pusat Riset Bahasa, Sastra, dan Komunitas BRIN juga mengembangkan sebuah korpus digital bahasa Indonesia, dikataan bahwa di era digital saat ini, data menjadi sumber daya yang sangat berharga. Namun, kekayaan data bahasa dan sastra Indonesia selama ini dinilai belum dimanfaatkan secara optimal.

CILCO (The Corpus of Indonesian Language, Literature, and Community) dirancang untuk menangkap kekayaan dan keragaman bahasa serta budaya Indonesia. Korpus digital tersebut terdiri atas lebih dari tiga juta token data bahasa yang memberikan wawasan mengenai evolusi, penggunaan, dan variasi bahasa Indonesia. Menurutnya, Korpus Indonesia dapat menjadi sumber daya penting bagi peneliti, ahli bahasa, pendidik, maupun masyarakat yang memiliki perhatian terhadap bahasa dan budaya Indonesia.

Paradigma riset dewasa ini harus berorientasi pada luaran yang nyata. “Arah kebijakan riset BRIN saat ini menekankan pada riset berdampak (impactful research), yakni penelitian yang hasilnya dapat segera diimplementasikan oleh pemerintah, industri, maupun pemangku kepentingan terkait,” ujar Kepala Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa, dan Sastra (Arbastra) BRIN, Herry Jogaswar.

Pakar linguistik dari Universitas Udayana, Gede Primahadi Wijaya Rajeg, menjelaskan bahwa CILLCO dilengkapi fitur analisis modern, seperti word list, keyword analysis, Keyword in Context (KWIC), hingga regular expression (regex). “CILLCO menyediakan fondasi data yang sangat krusial bagi peneliti untuk menemukan pola kebahasaan yang sulit diamati melalui observasi biasa.”

sumber: korpus.id

CILLCO adalah masterpiece BRIN. Data percakapan sehari-hari yang autentik ini sangat kaya untuk dikaji, mulai dari ekspresi emosi, makna, hingga praktik translanguaging dalam interaksi digital,” ungkap Intan Pradita dari Universitas Islam Indonesia Ia menilai, kebaruan sumber data dan sistem anotasi pada CILLCO memberikan nilai tambah signifikan dibandingkan platform korpus yang sudah ada.

Namun tidak ditemukan cara mengakses CILLCO, di sisi lain ada situs www.korpus.id sebuah platform untuk melestarikan bahasa daerah Indonesia, tidak ada nama institusi, mengajak siapa saja yang tertarik dengan bahasa daerah dan pelestariannya untuk berpartisipasi mengelola data bahasa dengan anotasi linguistik untuk mendukung sistem AI. Cara berkontribusinya dengan  membantu melalui pengumpulan data dan anotasi bahasa.

Sumber: BRIN Perkuat Riset Bahasa Indonesia Berbasis Korpus Digital dan AI, Introducing CILLCO: A corpus model of vernacular Indonesian as a cultural capital, Korpus ID: Merajut Kata, Merekam Bahasa, Melestarikan Budaya

Leave a Comment