Skip to content Skip to footer

JKPI dan SEARSREP Foundation Jejaki Kerjasama Menjawab Tantangan Global

SEASREP Foundation adalah organisasi nirlaba yang didirikan dengan tujuan memajukan studi tentang Asia Tenggara melalui pelatihan bahasa, studi pascasarjana di bidang humaniora dan ilmu sosial, seminar dan lokakarya pelatihan, penelitian kolaboratif, publikasi, partisipasi dalam konferensi internasional, serta kerja sama dengan berbagai universitas dan organisasi yang memiliki visi serupa baru saja menyelenggarakan program Community of Local Affiliates Studying the Past (CLASP) di George Town, Penang, Malaysia.
Mewujudkan berbagai program yang dirintisnya, SEARSEP turut mengundang Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) serta berbagai lembaga dan komunitas internasional yang berasal dari berbagai negara di kawasan ASIA. Memenuhi undangan tersebut, Rinto Taib selaku Kepala Divisi Business and Development Program JKPI mewakili Direktur Eksekutif JKPI hadir memenuhi undangan bergengsi tersebut yang berlangsung sejak 3 hingga 4 Agustus kemarin.
Rinto Taib saat mewakili JKPI di forum CLASP, George Town, Penang, Malaysia
Rinto mengatakan bahwa Berbagai organsisasi yang hadir meneuhi undangan tersebut antara lain: Pan Sumatera Network for Heritage Society, Bandung Society for Heritage Conservation, Nias Heritage Museum, Jogja Heritage Society, Komunitas Historia Indonesia, Lasem Heritage Foundation, Ternate Heritage Society dan sejumlah komunitas serta lembaga yang berasal dari berbagai negara seperti Brunai, Laos, Myanmar, Filipina, Thailand, Vietnam, dan Malaysia.
Dr. Cand. Asfarinal, M.Si (Direktur Eksekutif JKPI) mengungkapkan bahwa lembaganya memiliki kesamaan dengan Southeast Asian Studies Regional Exchange Program (SEASREP) sebagai lembaga non profit yang responsif terhadap berbagai isu pembangunan dan agenda-agenda pemajuan kebudayaan.
Lanjut Asfarinal bahwa SEASREP maupun JKPI juga memiliki komitmen yang sama untuk terbuka dengan berbagai pihak guna bersinergi melakukan penguatan kelembagaan hingga ketingkat komunitas lokal serta berkontribusi memberikan solusi melalui jejaring masing-masing bagi pembangunan masyarakat khususnya di kawasan Asia dan dunia global.
Sementara itu Rinto Taib yang juga aktif dalam berbagai agenda jejaring internasional semakin optimis bahwa melalui sinergisitas lintas aktor berbasis komunitas lokal di berbagai negara akan memberi peluang untuk berbagi pengalaman dan advokasi atas isu-isu dan problematika dalam dinamika pembangunan di kawasan Asia Tenggara dan dunia global terutama ditengah tatanan politik ekonomi global yang berpotensi membawa ancaman bagi masa depan bersama.
Melalui kegiatan ini pula, lanjut Rinto bahwa JKPI akan mengagendakan penandatanganan kerjasama melalui Memorandum of Understanding (MoU) dengan SEARSREP guna mewujudkan agenda-agenda program yang relevan dan berdampak bagi kemajuan kawasan dan global.
Rinto pun berharap semoga inisiasi dan program yang dijalankan SEASREP serta lembaga kolaboratif ini kembali ke negara asal masing-masing terus berperan aktif dan berkontribusi bagi daerah dan negara masing-masing sembari meningkatkan kapasitas dan kerjasama jejaring yang lebih luas ditengah transformasi digital dan problematika yang membutuhkan solusi bersama untuk masa depan yang lebih baik. Pungkasnya.

Leave a Comment