Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Jalan Panjang Pencarian Keturunan Ali – Wallace

Catatan dari Widi Coastal Festival 2023

Oleh: Rinto Taib – Penulis buku The Quest For Legendary House of Alfred Russel Wallace in Ternate

Seorang teman mengabarkan ada seorang peneliti yang ingin bertemu saya untuk membahas penelitiannya tentang Ali Wallace.Saya kemudian menemuinya untuk pertama kali di sebua hloby hotel di kota ini pada tahun 2017. Kami berkenalan sambil bercerita banyak hal seputar Wallace dan Ali selama di Ternate ketika itu. Setelah saling mengenal satu sama lain, saya tentunya merasa beruntung bisa berkenalan dengan seorang peneliti dan penulis yang konsisten dalam dunia risetnya. Ya, beliau adalah Paul Spencer Sochacczewski yang telah lima puluh tahun lebih melakukan penelitiannya untuk mencari keturunan Ali Wallace di berbagai pelosok Nusantara. Setelah berbincang saya diberi sebuah buku yang ditulisnya dan paper tentang Ali yang diharapkan sebagai referensi tambahan bagi sebuah upaya untuk memulai pencarian keturunan Ali di Ternate dan Halmahera. Sejak itu pula kolaborasi kami dimulai untuk sebuah misi ilmu pengetahuan yang hingga kini masih menjadi sebuah misteri.

Dari berbagai upaya pencarian data dan informasi yang kami lakukan bersama selama kunjungan Paul kali ini tidak membuahkan hasil berarti meskipun dari data yang kami bekali tentu tak mudah untuk menemukan titik atau petunjuk tentang keturunan Ali Wallace yang hidup saat ini. Sebagai tenaga edukasi (dosen) saya memanfaatkan kesempatan untuk menyampaikan hal-hal seputar misi yang kami lakukan bersama Paul dengan tujuan agar para mahasiswa dapat membantu melakukan misi pencarian tersebut setidaknya dengan memperoleh informasi dari berbagai sumber terutama bagi mereka para mahasiswa saya yang berasal dari pulau-pulau Halmahera. Hal ini dianggap penting karena kita ketahui bahwa Wallace dan Ali pernah melakukan eksplorasi mengumpulkan berbagai specimen di beberapa wilayah Halmahera seperti di Pulau Bacan dan, Jailolo.

Penyerahan buku oleh Paul Spencer bersama penulis kepada Bpk. Abdul Gani Kasuba (Gubernur Maluku Utara) seusai Sarasehan Regional di Sahid Bela Hotel, Ternate

Usaha pencarian melalui kampanye di kampus atas misi inipun menemui jalan buntu karena pada umumnya nama Ali sebagai kolega atau asisten Wallace tidak banyak diketahui masyarakat Maluku Utara termasuk mahasiswa sekalipun sebagai kalangan terpelajar yang mungkin seharusnya lebih banyak mengenal melalui berbagai tulisan atau referensi ilmiah, meskipun pada kenyataannya nama Ali adalah sebuah nama yang sangat popular dan merakyat bagi nama-nama masyarakat Maluku Utara. Dari tukan kebun (petani), supir angkot hingga para Sultan dimasa lalu yang menggunakan nama Ali.

Seolah tak putus semangat, berbagai cara dan metode saya lakukan secara pribadi termasuk dengan mengajak para mahasiswa saya untuk menjadikan isu atau tema ini sebagai judul penelitian akhir studi mereka. Selain mendapat dukungan sumberdaya yang lebih dalam penelusuran studi kepustakaan (literature) maupun studi lapangan (field study). Melalui cara ini, saya menemukan Anita Muhammad, seorang mahasiswi di program studi Sejarah Peradaban Islam Institut Agama Islam Negeri Ternate (IAIN) yang tertarik untuk melakukan penelitian tentang situs rumah Wallace. Meskipun penelitiannya lebih fokus pada upaya pencarian rumah AR Wallace di Ternate namun masih dapat diharapkan membantu untuk melakukan pencarian informasi seputar topik yang saya geluti selama ini bersama Paul yaitu mencari keturunan Ali. Melalui upaya ini, lagi-lagi hasilnya nihil.

Tak berhenti disitu, pada tahun-tahun berjalan dikemudian, Paul mengunjungi Ternate dan menemui saya untuk melakukan kelanjutan dari penelitian yang belum menemukan titik terang dan sayapun selalu intens bersama Paul melakukan berbagai cara dari menemui anak mendiang Sultan Ternate hingga para orang pintar atau media gaib (baca mistisisme agama) yaitu mereka yang memiliki kemampuan untuk berbincang dengan ruh di alam gaib.

Hal ini kami lakukan sebagai salah satu alternatif guna memperoleh informasi pembanding sebagai petunjuk-petunjuk lain yang dapat ditindaklanjut.

Siapakah yang kami temui? Apasaja yang dibahas? Bagaimana petunjuk yang diberikan oleh para media gaib tersebut? Semunya ditulis secara lengkap oleh Paul dalam pembahasan buku barunya yang diterbitkan pada bulan Juni lalu yang berjudul “Look Here, Sir, What a Curious Bird” (searching for Ali, Alfred Russel Wallace’s Faithful Campanion”. Selain media gaib, publikasi media massa juga turut kami lakukan baik melalui media social (face book) dan pemberitaan media online maupun media cetak seperti surat kabar lokal (Malut Post) hingga gelaran-gelaran diskusi seperti workshop dan dialog publik yang kemudian dipublikasikan guna mendapat respon publik sehingga akan membantu upaya kami untuk menemukan titik terang dalam agenda penelitian kami mencari keturunan Ali. Beberapa kegiatan dialog publik yang kami lakukan bersama penulis (Paul Spencer) antara lain:

Pertama; Workshop bertajuk Jejak dan Warisan AR Wallace yang dilaksanakan pada tanggal 03 September 2019 di Muara Hotel, dengan menghadirkan para nara sumber: Paul Whincup, Nicholas Hughes, Paul Spencer Sochaczewski; Kedua: Pameran bertajuk Jejak dan Warisan AR Wallace yang dilaksanakan pada tanggal 2 hingga 7 September 2019 di Benteng Oranje; Ketiga, Workshop Mencari Keturunan Ali bersama Paul Spencer (penulis) pada tanggal 6 Maret 2020 di Museum Rempah-Rempah Kota Ternate; Keempat, Dialog yang dilaksanakan oleh komunitas Nusa Wallacea & Eco Enzyme Maluku Utara bertajuk Reinventing Wallace Line pada 08 September 2022 di Museum Rempah Kota Ternate dengan menghadirkan para narasumber: Paul Spencer Sochaczewski, Ishak Naser (ketua komunitas Eco Enzyme Maluku Utara), Ismit Alkatiri (Redaktur Malut Post); Kelima: Dialog Kebudayaan dan soft launching buku: The Quest For The Legendary House of Alfred Russel Wallace In Ternate bersama George Beccaloni (Wallace Fund).

Upaya mencari keturunan Ali terus kami lakukan hingga menemukannya kelak, termasuk pula upaya saya mengajak Paul Spencer Sochaczewski untuk memaparkan hasil penelitian kami pada Sarasehan Widi Coastal Festival 2023 pada Rabu (9/8) kemarin yang berlangsung di Sahid Bella Hotel Ternate, dan sebelumnya pula kami menemui Bapak Wali Kota Ternate Dr. Tauhid M Soleman sembari berdiskusi bersama beliau. Hal ini bukan semata soal keberlanjutan keturunan dari Ali melainkan akan sangat berarti bagi agenda-agenda konservasi dan ekologi yang gencar digalakkan. Bukan semata soal geneologis seorang Ali melainkan hal yang lebih utama adalah meneruskan spirit dan pengalaman Ali selama bersama AR Wallace baik dalam hal konservasi maupun sains terutama yang berkaitan dengan biodiversitas maupun keanekaragaman budaya yang menarik untuk digeluti.

Bagi pemerintah daerah kota Ternate, menemukan keturunan Ali adalah sebuah arti penting yang memiliki nilai kesejarahan tentunya karena dapat mengembangkan berbagai narasi sejarah hidup Ali sebagai tokoh penting dalam membantu keberhasilan AR Wallace untuk mengumpulkan ribuan specimen yang dijadikan sebagai bahan riset ilmu pengetahuan dunia. Dan tentunya pula hal tersebut akan ikut memperkuat narasi agung dan signifikansi value secara historis bagi kepentingan pembangunan bidang pariwisata dan ilmu pengetahuan. Terlebih lagi jika rencana pengusulan kota Ternate sebagai Heritage City ke UNESCO dimana kota Ternate tak hanya dikenal sebagai daerah asal rempah yang dalam perkembangannya telah menjadikan kota ini sebagai ruang hidup yang layak dan harmonis bagi komunitas internasional di masa lalu dan jejak pusakanya yang memukau di masa kini.

Jika semua hal tersebut dapat kita wujudkan maka akan turut berdampak kepada tatanan kehidupan masa depan yang lebih baik bukan hanya dirasakan oleh masyarakat Ternate danp rovinsi Maluku Utara namun juga bagi komunitas ilmiah dan masyarakat dunia melalui project konservasi yang berbasis pada kelestarian ekologi dan cultural. Diplomasi budaya adalah salah satunya yang dapat diwujudkan melalui jejaring global (global network) secara lebih luas dalam berbagai bidang.

[cover photo: Penulis bersama Mr. Paul Spencer 
saat berdiskusi dengan Wali Kota Ternate Dr. Tauhid Soleman]

Leave a Comment

https://indonesiaheritage-cities.org/