Skip to content Skip to footer

Benteng Spanyola dari Abad 16 Mulai Bertransformasi Menjadi Creative Hub

Benteng Španjola sejak Maret 2025 mulai menjalani rekonstruksi menyeluruh dan, setelah selesai, ditargetkan pada 2027, akan menjadi pusat kreatif dan budaya internasional. Nilai pekerjaan tahap pertama mencapai €2,5 juta, di mana €1,6 juta di antaranya dibiayai bersama dari dana IPA (Instrument Pre-Accession Assistance) Uni Eropa, sementara sisanya berasal dari anggaran pemerintah.

Foto: apartmanihercegnovi.com

Terletak di bukit Bajer, 170 meter di atas permukaan laut, menghadap kota tua dan teluk Kotor di lautan Adriatik, sejak abad 16 benteng Španjola mengawasi keamanan kota Herceg Novi, sebuah kota perbukitan di negara Montenegro, negara terakhir yang lepas dari Republik Federasi Yugoslavia.

Dibangun oleh Spanyol pada tahun 1538, direbut oleh Ottoman pada tahun 1539 benteng ini dituntaskan Sultan Sulaiman pada tahun 1548, 140 tahun kemudian mengalami berbagai modifikasi di bawah kekuasaan Republik Venesia (1687), Kerajaan Habsburg (1797), Imperium Rusia (1806), Imperium Prancis (1807), dan Imperium Austro-Hongaria (1815), kemudian digunakan sebagai penjara selama Perang Dunia II. Pada tahun 1979 gempa bumi berskala 6,9 meruntuhkan banyak bangunan di kota mini dalam benteng.

Foto: outdooractive.com

Benteng persegi dengan empat bastion di sudut-sudutnya ini sebetulnya bernama Gornji Grad, atau Kota Atas, namun warga setempat lebih sering menyebutnya sebagai benteng Spanyol. Dari ketinggiannya pemandangan Laut Adriatik yang biru membentang indah akan mempesona setiap pengunjung. Kunjungan ke benteng Španjola bagaikan perjalanan melalui mesin waktu, membawa pengunjung kembali ke masa lalu yang jauh, ke masa para raja dan sultan yang membentuk karakter unik kota ini. Wolf Knot, arsitek yang mengepalai renovasi menyatakan bahwa hubungannya dengan benteng Spanyola melampaui profesinya, karena ia menjelajahi reruntuhan dan mendengar kisah-kisah masa lalunya yang menarik saat ia masih kecil.

Foto: apartmanihercegnovi.com

Menghidupkan kembali permata ini bukanlah hal yang mudah dan membutuhkan keahlian, kesabaran, serta kerja keras. Berabad-abad terpapar unsur-unsur alam — kelembapan, angin, hujan, dan perubahan suhu — telah menggerogoti, mengikis batu dan meninggalkan retakan di tembok-tembok tebalnya. Setiap benteng merupakan teka-teki sejarah yang unik, dan para arsitek, pengrajin, dan arkeolog sedang mengerjakan restorasi untuk menyatukan masa lalu Španjola yang kaya dengan masa kini dan masa depan.

United Nations Development Programme (UNDP) bekerjasama dengan Kementerian Kebudayaan Montenegro menyelenggarakan kompetisi internasional untuk mengajukan konsep rekonstruksi benteng Spanyola sebagai international creative hub. Pada Mei 2020 diumumkan konsep rekonstruksi dari Enforma telah terpilih oleh panel juri. Secara ringkas dikatakan konsepnya didasarkan pada interaksi yang konstan dan saling tumpang tindih antara masa depan dan masa lalu, benteng menjadi titik temu terakhir mereka ketika dua lapisan waktu jelas terdefinisikan, menyampaikan pesan dari masing-masing periodenya.

“Ketika kami menganalisis secara kronologis asal-usul Kota Atas, atau Benteng Spanyola, kami simpulkan bahwa sejak tahun 1382 (tahun berdirinya kota Herceg Novi dengan benteng Forte Mare- red), terjadi perkembangan berkelanjutan pada bentuk benteng dan lingkungan sekitarnya hingga tahun 1890, saat kompleks tersebut mencapai bentuk akhirnya. Periode siklus perkembangan dan perubahan konstan terjadi kira-kira setiap 100 tahun. Nasib benteng ini selalu berada di antara konstanta dan perubahan, antara periode kontinuitas dan stagnasi. Ini berarti bahwa transformasinya terjadi sesuai dengan kebutuhan periode tertentu di mana intervensi dilakukan. Saat ini, ketika Spanyola, sebagai properti budaya, menanti keberlangsungan dan kehidupan barunya, proses revitalisasinya kami pandang sebagai kelanjutan dari sejarah kronologisnya, dengan menerapkan intervensi dan program masyarakat modern abad ke-21” demikian catatan dari Enforma.

Solusi yang diusulkan dapat dikarakterisasikan sebagai intervensi arsitektur kontemporer dengan penggunaan material modern yang bersifat reversibel, dapat dibalik tanpa meninggalkan jejak, tanpa penggunaan beton, dengan teknik konstruksi tradisional.

Ekspresi estetika yang orisinil mereka capai dengan menggabungkan pelestarian struktur yang ada dengan materi polikarbonat tembus cahaya pada kontur bagian yang hilang. Polikarbonat ini digunakan untuk  rekonstruksi eksterior, atap, dan dinding rumah-rumah di dalam benteng. Material ini mendefinisikan kontur bagian-bagian struktur yang hilang dari aglomerasi kota mini ini.

Dengan menggunakan polikarbonat untuk mengganti bagian-bagian yang hilang pada struktur, didapatkan kembali bentuk awalnya, suatu momen yang menyiratkan kehidupan baru. Pada siang hari, struktur putih ini menghubungkan bangunan-bangunan di dalam benteng menjadi satu kesatuan yang utuh dan tak terpisahkan. Material yang sebagian transparan, dengan kinerja termal dan tahan api yang luar biasa, memberikan para seniman cahaya yang tersebar di siang hari dan interaksi yang konstan antara interior dan eksterior. Para pengguna memiliki akses ke ruang tak terbatas dalam ruang yang terbatas, mereka diberi kebebasan.

Pada malam hari, dengan sistem LED terintegrasi, atau dengan bantuan pencahayaan standar, polikarbonat bersinar dalam berbagai warna, yang memungkinkan gambaran artistik yang spektakuler, dan ketika berbagai manifestasi budaya diadakan, kilauan struktur akan berkontribusi pada penciptaan pemandangan surealis di dalam benteng.

Material yang digunakan pada lantai, di mana tidak ada jejak material asli, adalah micro topping, yang memudahkan perawatan bagi pengguna, dan memberi durasi serta nilai estetika yang sesuai dengan karakter dan fungsinya.

Pendekatan artistik terhadap desain komunikasi dan ruang bebas di dalam kompleks benteng, mengacu pada interpretasi modern dari threshing floor tradisional, menciptakan area terisolasi untuk karya seniman di luar ruang. Pendekatan ini menciptakan ruang yang sempurna bagi setiap seniman, dengan menyediakan area khusus untuk mereka sendiri di dalam bangunan abad 16. Intervensi pada bagian dan elemen Benteng Spanjola yang tersisa diterapkan dengan penggunaan material dan teknik konstruksi tradisional.

Dalam tahap pertama, berkaitan dengan benteng berbentuk persegi dengan menara-menara di sudut dan kota di dalamnya, dimungkinkan untuk memisahkan bagian selatan benteng yang akan dibangun dalam tahap berikutnya.

Konsep ini mengusulkan desain yang menyatukan semua kategori seni yang diminta ke dalam satu Creative Hub. Bangunan di sebelah benteng yang dibangun terakhir, bunker Austro-Hongaria, telah ditetapkan sebagai pusat kreatif independen yang merupakan tujuan kompleks benteng, yaitu Tahap II dari Creative Hub ini.

Enforma menulis: “Ambiens Benteng Spanjola merupakan ruang luar biasa dan inspiratif bagi industri kreatif di dalam mekanisme Creative Hub 17+1, dan bagi para seniman untuk berkarya dan berkreasi di dalam kompleks. Direvitalisasi dengan intervensi kontemporer yang bijak dan sederhana, aglomerasi kota mini ini tidak kehilangan sedikit pun identitasnya sebagai bangunan cagar budaya, melainkan hidup kembali dengan menghirup nafas abad 21. Nasib benteng ini berada di antara kontinuitas dan perubahan, juga antara kontinuitas dan periode stagnasi. Dengan solusi peningkatan nilainya ini, sejarah dan masa lalu yang bergejolak dari benteng yang luar biasa ini tidak boleh merampas hak kita untuk masa depan”.

Inisiatif 17+1 adalah sebuah kerangka kerjasama ekonomi antara Tiongkok dengan 17 negara di Eropa Tengah dan Eropa Timur (CEE) yang dibentuk pada tahun 2012, kemudian berkembang juga ke bidang budaya, pendidikan, pariwisata, pertukaran budaya, lembaga think tanks dan LSM. Dalam rangka mengintensifkan kerja sama internasional terkait industri kreatif, Kementerian Kebudayaan menginisiasi pembentukan Creative Hub 17+1 di Montenegro. Gagasan ini muncul dengan kebutuhan akan kemitraan yang secara langsung mendukung pertukaran potensi kreatif para seniman dan sirkulasi produk industri kreatif antarnegara dalam kerangka Mekanisme 17+1.

Creative Hub 17+1 dirancang sebagai residensi berorientasi produk, artinya seorang residen (seniman) dari negara-negara Mekanisme 17+1 akan tinggal di sana (selama satu hingga tiga bulan) untuk menciptakan karya kreatif mereka sendiri di semua tahap produksi, termasuk promosi dan penempatan produk. Konsep ini didasarkan pada model “people to people” pada tataran praktis.

Demi mewujudkan gagasan ini, Kementerian Kebudayaan berharap Benteng Spanyola dengan 13 bangunan di dalamnya sebagai solusi yang memadai untuk menyediakan ruang. Dengan berbagi ruang kreatif dan pengetahuan dengan penghuni lain, seniman yang tinggal di pusat kreatif ini akan memiliki kesempatan untuk sepenuhnya mewujudkan dan menguji gagasan tersebut dalam sistem inovatif ini untuk menghasilkan karya kreatif terbaik.

Foto: vjesti.me

Dalam tahap pertama — pada Maret 2026 — benteng, semua menara, semua jalan pedestrian, satu bangunan perumahan besar, dan satu bangunan tambahan di pintu masuk benteng diharapkan akan selesai direkonstruksi sementara jaringan air dan listrik dimodernisasi.

Sebagai simbol kekuatan dan warisan masa lalu, benteng-benteng memegang tempat penting dalam imajinasi kolektif. Španjola akan menjadi mercusuar budaya bagi masyarakat lokal dan wisatawan, menjadi tuan rumah berbagai acara, konferensi, pameran, pekan raya seni, dan studio kreatif, yang akan berkontribusi besar dalam meningkatkan daya tarik wisata dan perekonomian lokal. Benteng Španjola akan menjadi platform untuk menghubungkan kaum muda kreatif dan perusahaan rintisan inovatif dari 17+1 negara, mendorong kerja sama di bidang pelestarian warisan budaya dan seni.

Foto: monteguide.com

Pada tahap berikutnya, direncanakan pembangunan kereta gantung yang akan menghubungkan benteng dengan kota dipertimbangkan juga untuk terhubung dengan dua benteng lainnya di Herceg Novi: Benteng Kanli Kula dan Forte Mare, titik penting wisata budaya di Herceg Novi.

Foto: vjesti.me

Revitalisasi benteng ini dilaksanakan sebagai bagian dari proyek “SA CREATIVITY”, yang didanai oleh Interreg IPA South Adriatic Programme 2021–2027. Proyek ini bertujuan untuk merenovasi dan merevitalisasi kekayaan warisan budaya kawasan ini dan dilaksanakan oleh Kementerian Kebudayaan Montenegro bekerja sama dengan Organisasi Pariwisata Nasional Montenegro, Kementerian Pariwisata Republik Albania, dan wilayah Puglia dan Molise di Italia.

Sumber: UNDP, Enforma, Me4EU EU4Me, Vjesti
Foto Konsep Desain:  Enforma

 

Leave a Comment