Di tengah padatnya permukiman penduduk dan riuk-pikuk kawasan Mangga Besar (Taman Sari, Jakarta Barat), berdiri sebuah situs olahraga bersejarah: Lapangan Sepak Bola Petak Sinkian (atau dikenal juga sebagai Stadion UMS). Lapangan seluas kurang lebih 12.000 meter persegi ini memegang predikat sebagai salah satu lapangan sepak bola tertua di Jakarta yang masih aktif dan terawat hingga hari ini.

Asal-Usul
Kebun Singkong yang Disewa: Sebelum menjadi lapangan sepak bola, lahan di Jalan Ubi 10C ini awalnya merupakan area kebun singkong milik seorang tuan tanah Betawi bernama Haji Abdul Manaf.
Awal Penggunaan (1905–1913): Pada tahun 1905, berdiri perkumpulan olahraga etnis Tionghoa bernama Tiong Hoa Oen Tong Hwee (THOTH) yang berfokus pada cabang atletik. Seiring berjalannya waktu, kelompok pemuda Tionghoa seperti Tiong Hoa Hwee Koan (Pa Hoa) FC yang didirikan tahun 1912 mulai menyewa lahan tersebut dari Haji Manaf seharga 6 Gulden per bulan untuk dijadikan lapangan sepak bola.
Menjadi Rumah Perkumpulan UMS: Pada 2 Agustus 1914, nama perkumpulan sepak bola tersebut berganti menjadi Union Makes Strength (UMS). Pada tahun 1923, THOTH resmi melebur ke dalam UMS. Sebagai bentuk penghormatan atas sejarah THOTH, tanggal 15 Desember 1905 ditetapkan sebagai tanggal resmi berdirinya UMS.
Kepemilikan Lahan: Dari uang pribadi pengurus dan swadaya anggotanya, UMS akhirnya membeli lahan tersebut dari Haji Abdul Manaf melalui Akta Jual Beli pada Maret 1954.

Saksi Bisu Kejayaan Era Kolonial hingga Perserikatan
Dominasi di Liga VBO: Pada era Hindia Belanda, UMS 1905 bergabung dalam Voetbalbond Batavia en Omstreken (VBO) pada tahun 1920. Berbekal markas di Petak Sinkian, UMS 1905 menjelma menjadi kekuatan utama dengan menjuarai kompetisi VBO berkali-kali (1930, 1932, 1933, 1934, 1937, 1938, dan 1949).
Melebur dengan VIJ/Persija: Setelah Indonesia merdeka dan VBO dibubarkan pada September 1951, UMS 1905 bersama klub-klub lokal lainnya bergabung dengan Voetbalbond Indonesische Jacatra (VIJ) yang kelak berganti nama menjadi Persija Jakarta.
Keterbukaan Bagi Warga Pribumi: Sejak 26 Februari 1950, UMS 1905 secara terbuka menerima pemain pribumi. Putra Betawi pertama yang bergabung adalah Mohammad Djamiat Dalhar (putra dari Soedarmadji, pemain timnas Hindia Belanda Piala Dunia 1938).

‘Kawah Candradimuka’ Bintang Sepak Bola Indonesia
Dari rumput gajah Lapangan Petak Sinkian dan tangan dingin pelatih legendaris seperti drg. Endang Witarsa (Liem Soen Joe), lahir deretan bintang sepak bola yang mengharumkan nama Persija dan Tim Nasional Indonesia:
Pemain Legendaries: Mohammad Djamiat Dalhar, Tan Liong Houw (si Macan Betawi dari Tunas Jaya/Chung Hua), Thio Him Tjiang, Kwee Kiat Sek, A.W. Van der Vin (kiper legendaris yang pernah menepis penalti Ferenc Puskas), Surya Lesmana, Fam Tek Fong (Mulyadi), Yudo Hadianto, hingga Risdianto.
Generasi Penerus: Tokoh-tokoh modern seperti Widodo C. Putro (pencetak gol salto terbaik Piala Asia 1996) dan Hadi Mulyadi juga menempa kemampuan awal mereka di lapangan ini.
Kondisi Terkini
Lapangan Sepak Bola Petak Sinkian bukan sekadar sepetak tanah lapang di Jakarta Barat, melainkan cagar sejarah dan simbol keterbukaan lintas etnis yang membidani lahirnya kejayaan sepak bola Jakarta dan Indonesia. Preservation dan pelestarian tempat ini menjadi hal krusial agar warisan sejarah olahraga nasional tetap terjaga di tengah pesatnya modernisasi ibu kota.
Sengketa Lahan & Status Ruang Terbuka Hijau (RTH): Dalam perjalanannya, Lapangan Petak Sinkian sempat terbelit sengketa kepemilikan tanah dalam jangka panjang. Meskipun secara hukum kepemilikan mengalami perubahan putusan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjamin bahwa area ini tetap dipertahankan sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan fasilitas olahraga masyarakat.
Eksistensi UMS 1905: Saat ini, klub UMS 1905 berkompetisi di Liga 4 Jakarta di bawah naungan Asprov PSSI DKI Jakarta.
Fasilitas & Kegiatan Rutin: Walaupun sudah berusia lebih dari satu abad, lapangan ini tetap difungsikan secara rutin. Tribun kayu klasik beratapkan baja ringan masih berdiri kokoh. Lapangan Petak Sinkian tetap menjadi tempat latihan Sekolah Sepak Bola (SSB) UMS bagi anak-anak muda, sekaligus wadah silaturahmi dan laga rutin para mantan pemain veteran lintas generasi setiap akhir pekan.
Sumber: Lapangan Sepak Bola Tertua di Indonesia ; Lapangan Sepak Bola Petak Sinkian, UMS dan Silaturahmi Puluhan Tahun ; Lahirnya Para Bintang Dari Lapangan Tua ; Petak Sinkian dan Kejayaan Sepak Bola Indonesia ; Petak Sinkian Lahirkan Djamiat Dalhar, Putra Betawi Legenda PSSI ; Lapangan Petak Sinkian, Perjalanan Penuh Sengketa ; Cermin Retak Petak Sinkian ; Berharap Ruang Demi Tumbuh dan Berkembang ;