Rapat Kerja Nasional (Rakernas) JKPI ke XI, bertempat di Hotel Tentrem Yogyakarta juga menghasilkan persetujuan atas beberapa rekomendasi, diantaranya menerima empat daerah sebagai anggota baru JKPI. Penerimaan Kota Magelang, Kabupaten Sleman, Kabupaten Lombok Timur dan Kabupaten Pulang Pisau menambah jumlah anggota JKPI, dari 75 menjadi 79 anggota.
Setelah memenuhi syarat keanggotaan, ketua sidang menyerahkan kepada forum, apakah diterima atau tidak. Semua anggota di dalam forum Rakernas menyatakan menerima keempat anggota baru tersebut.

Kota Magelang
Kota Magelang dikenal sebagai kota tentara sekaligus kota pusaka di lereng Gunung Sumbing. Terletak strategis di jalur historis antara Yogyakarta dan Semarang, Magelang memiliki warisan kolonial Belanda yang kuat, ditandai dengan keberadaan Akademi Militer, kompleks pemukiman Eropa kuno, dan tata ruang kota berbasis radial. Warisan tangible-nya mencakup bangunan-bangunan peninggalan kolonial, alun-alun tradisional, dan sistem drainase kuno. Sedangkan warisan intangible-nya tumbuh dalam bentuk tradisi budaya Jawa, seni pertunjukan, dan komunitas spiritual. Magelang juga memiliki kedekatan spasial dengan situs warisan dunia Borobudur, menjadikannya bagian dari lanskap budaya global. Foto: magelangnews.com

Kabupaten Sleman
Sleman merupakan daerah penyangga utama Yogyakarta, yang memiliki kekayaan budaya dan sejarah luar biasa. Di wilayah ini berdiri candi-candi besar seperti Candi Prambanan dan Candi Kalasan — warisan besar peradaban Hindu-Buddha di Jawa. Selain itu, keberadaan desa-desa budaya, sistem irigasi tradisional (subak lokal), dan seni tradisi seperti tari, gamelan, serta upacara adat menjadikan Sleman sebagai daerah yang mewarisi warisan tangible dan intangible secara seimbang. Sleman juga menjadi pelopor dalam pelestarian kawasan berbasis komunitas, terutama di daerah lereng Merapi, dengan pendekatan mitigasi bencana berbasis budaya. Foto: Kompas.

Kabupaten Lombok Utara
Kabupaten Lombok Utara adalah rumah bagi komunitas adat Sasak dan lanskap budaya yang sangat khas, termasuk desa adat Bayan dan masjid kuno Bayan Beleq yang menjadi simbol penyebaran Islam awal di Lombok. Warisan tangible-nya mencakup arsitektur vernacular Sasak, seperti rumah panggung beratap ijuk dan sistem pemukiman berundak. Adapun warisan intangible-nya hidup dalam bentuk tradisi Wetu Telu, ritual adat seperti Nyongkolan, dan kesenian tradisional seperti gendang beleq. Lombok Utara menunjukkan bagaimana pariwisata dan pelestarian budaya dapat saling menopang, terutama pasca gempa bumi 2018 yang memicu gelombang konservasi partisipatif. Foto: Kumparan

Kabupaten Pulang Pisau
Kabupaten Pulang Pisau di Kalimantan Tengah menyimpan potensi warisan budaya Dayak Ngaju dan komunitas Banjar yang hidup berdampingan dalam satu lanskap sungai. Warisan tangible-nya mencakup rumah betang, situs sejarah Sungai Kahayan, dan kawasan pemukiman kanal tradisional. Sedangkan warisan intangible mencakup bahasa, adat istiadat, upacara tiwah, serta sistem pengetahuan ekologis masyarakat lokal yang berhubungan erat dengan sungai, rawa, dan hutan gambut. Pulang Pisau juga menjadi lokasi penting dalam diskusi tentang pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), dan menjadi titik penting dalam keseimbangan antara modernisasi dan pelestarian kearifan lokal. Foto: BudparPulpis