Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

DARMA WANITA PERSATUAN KOTA TERNATE GELAR JELAJAH KOTA REMPAH

Sejak pukul 6.30 pagi tadi, Minggu (4/12) museum rempah-rempah kota Ternate nampak sibuk tak seperti hari-hari biasanya. Satu persatu pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Ternate mulai berdatangan karena sebuah hajat yang digelar pagi itu yakni rangkaian kegiatan untuk merayakan hari ulang tahun yang ke-23 dengan menggelar Jelajah Ternate Kota Rempah.

Kegiatan diawali dari pemaparan singkat ketua DWP Kota Ternate dan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan Penasehat DWP Kota Ternate. Dalam Sambutannya Ketua DWP Kota Ternate, Nurjana K. Jusuf Sunya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan sebuah kegiatan menarik yang baru pertama kali terjadi dalam pemerintahan di Kota Ternate dan belum pernah dilakukan oleh OPD/SKP dilingkup pemerintah daerah kota Ternate itu sendiri. Lebih lanjut menurutnya bahwa Jelajah Kota Rempah dimaksudkan untuk memperkenalkan lebih dekat tentang city branding Ternate Kota Rempah dan dimasa mendatang akan dilakukan kegiatan-kegiatan kreatif dan inovatif serta edukatif lainnya yang berdampak bagi anggota dan badan pengurus serta masyarakat luas. Ungkap Nurjana.

Peserta Jelajah Kota Rempah saat didepan Museum Rempah, Benteng Oranje Ternate

Sementara itu, Penasehat DWP Kota Ternate, Marliza M. Tauhid emngungkapkan bahwa setidaknya ada dua hal yang melekat pada diri kita semua yang hadir pada kesempatan ini adalah: pertama, selaku warga kota Ternate dan kedua selaku isteri dari para suami yang mengemban amanah sebagai ASN dilingkup kota Ternate, oleh sebab itu maka menggunakan busana adat Ternate dalam rangkaian kegiatan Jelajah Kota Rempah ini dianggap penting agar kita lebih mengenal dan memahami makna dari ragam busana daerah negeri kita. Kita wajib mengetahui apapun yang berkaitan dengan daerah kita, kota kita kota Ternate, tegas Marliza.

Jelajah Kota Rempah dikawasan Geopark Batu Angus Ternate

Sebelum melakukan jelajah kota rempah ke beberapa destinasi wisata sejarah, para peserta mendengarkan pengantar singkat tentang city branding Ternate Kota Rempah yang disampaikan oleh Kepala Bappelitbangda Kota Ternate, Dr. Risal Marsaoly.

Dalam penjelasannya menurut Risal bahwa kegiatan pada hari ini merupakan sebuah kegiatan penting untuk membantu pemerintah kota Ternate mensosialisasikan tagline atau city branding Ternate sebagai Kota Rempah yang telah ditetapkan oleh kementerian Hukum dan Ham Republik Indonesia. Menurut Risal bahwa city branding Ternate Kota Rempah merupakan sebuah proses pencarian identitas branding kota yang berlangsung sejak tahun 2019 hingga akhirnya ditetapkan pada penghujung tahun 2021 lalu oleh pemerintah kota Ternate dengan harapan bahwa setiap pergantian walikota sekalipun, Ternate Kota Rempah tetap menjadi city branding. Pungkas Risal.

Rinto Taib (touris guide) saat pemaparan sekilas tentang Museum Rempah dan Fort Oranje Ternate kepada para peserta Jelajah Kota Rempah

Sebelum para peserta Jelajah Kota Rempah memulai sesi pemotretan di beberapa spot dalam benteng Oranje, Rinto Taib selaku tourist guide untuk kegiatan jelajah tersebut sekaligus selaku kepala Museum Rempah-Rempah kota Ternate menyempatkan memberikan pemaparan singkat sekilas tentang Benteng Oranje. Menurut Rinto bahwa kegiatan jelajah kota rempah di kawasan bersejarah ini merupakan sebuah upaya yang patut diapresiasi karena berdampak positif untuk lebih mendekatkan kita pada tagline atau city vranding Ternate Kota Rempah. Lebih lanjut menurut Rinto bahwa melalui kegiatan seperti ini maka tagline atau city branding bukanlah semata sebagai slogan atau sekedar romantisme sejarah melainkan sebuah upaya kongkrit untuk mengenal dan memahami tematik kota Ternate sebagai Kota Rempah secara lebih dekat melalui kehadiran langsung di situs sejarah kejayaan rempah dan sekaligus memahaminya sebagai basis pengetahuan yang membangkitkan kesadaran kolektif bersama untuk mengembalikan kejayaan negeri rempah itu sendiri, ungkap Rinto.

Jelajah Kota Rempah di kawasan cengkeh tertua di dunia, Cengkeh Afo Ternate

Seusai acara di benteng Oranje tersebut, sekitar pukul 10.20 para rombongan menuju ke benteng Toluko dan kawasan Geopark Batu Angus dan mengakhirinya di Cengkeh Afo untuk melihat dan belajar lebih dekat di kawasan cengkeh tertua di dunia sembari menikmati jamuan makan siang khas makanan tradisional olahan tanaman rempah hingga akhirnya para rombongan kembali pulang ke rumah masing-masing dalam suasana penuh kekeluargaan dan kebersamaan.

Oleh: RT

Leave a Comment